Medan (ANTARA) - RS Adam Malik, Medan, merawat dua jenazah pasien berjenis kelamin laki-laki dengan kondisi tanpa keluarga dan tanpa identitas di ruangan instalasi forensik dan pemulasaraan jenazah.

"Hingga saat ini, tidak ada pihak keluarga yang menjemput agar jenazah bisa segera dikebumikan," ujar Manajer Hukum dan Humas RS Adam Malik Rosario Dorothy Simanjuntak di Medan, Rabu.

Rosario mengatakan, kedua pasien tersebut ditemukan oleh warga dan diantar ke rumah sakit pada waktu yang berbeda. Pasien pertama masuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Adam Malik pada tanggal 17 Juni 2026 dirujuk oleh salah satu RS swasta di Binjai.

Awalnya pasien ditemukan oleh warga usai mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Binjai KM 12, dan sempat mendapatkan penanganan awal di RS swasta tersebut. Selanjutnya, pasien langsung dikirim ke RS Adam Malik dalam kondisi penurunan kesadaran dan sesak napas.

"Sempat ditangani oleh dokter anestesi, namun pasien mengalami dua kali henti nafas hingga henti jantung dan akhirnya meninggal pada pukul 02.39 WIB,” ucapnya.

Untuk pasien kedua, berdasarkan data pendaftaran diketahui bahwa pasien mengaku bernama Rusdi Zakar, berusia sekitar 57 tahun.

Pasien ditemukan oleh warga di sekitar Jalan Setia Budi, Kota Medan dalam kondisi lemas, batuk sesak, dan kesulitan bicara, hingga diantarkan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

"Tapi, karena kondisi pasien terus mengalami penurunan dan gagal nafas, dokter tidak bisa lagi menyelamatkan hingga dinyatakan meninggal pada tanggal 21 Juni 2026 pukul 18. 32 WIB,” ucapnya.

Ia mengatakan pasien tersebut tidak memiliki alamat yang jelas, tidak punya identitas, dan tidak ada informasi keluarga yang bisa dihubungi.

“Kami berharap jika ada masyarakat yang merasa kehilangan atau mengenal pasien ini, bisa datang ke RS Adam Malik, agar jenazah bisa diserahkan kepada keluarga untuk dikebumikan sebagaimana mestinya,” kata Rosario.



Pewarta: M. Sahbainy Nasution
Editor : Akung

COPYRIGHT © ANTARA 2026