Karo (ANTARA) - Menjelang peringatan Hari Krida Pertanian Kabupaten Karo 2026, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Kabanjahe terus mendorong lahirnya inovasi usaha berbasis potensi lokal. Salah satunya melalui pengembangan olahan wortel menjadi kerupuk yang digagas bersama nasabah binaan di Desa Dokan, Kecamatan Merek.
Komitmen tersebut terlihat saat Pimpinan Cabang PT PNM Kabanjahe, Ronald R. Manurung, melakukan kunjungan dan audiensi dengan Kepala Desa Dokan, Martinus Ginting, Rabu (24/6/2026).
Pertemuan tersebut tidak hanya membahas pengembangan ekonomi masyarakat, tetapi juga meninjau langsung potensi Desa Dokan sebagai destinasi wisata yang dapat dipadukan dengan penguatan produk unggulan desa.
Usai audiensi, Ronald bersama Martinus meninjau kegiatan pelatihan klasterisasi yang diikuti nasabah PNM. Dalam pelatihan itu, komoditas wortel yang selama ini menjadi salah satu hasil pertanian andalan Kabupaten Karo diolah menjadi kerupuk bernilai tambah, sekaligus dipersiapkan sebagai produk unggulan yang akan dipamerkan pada Hari Krida Pertanian Kabupaten Karo, Kamis (25/6/2026).
Pimpinan Cabang PT PNM Kabanjahe, Ronald R. Manurung, mengatakan PNM tidak hanya berfokus pada pemberian akses permodalan, tetapi juga berupaya meningkatkan kapasitas usaha para nasabah melalui berbagai program pendampingan dan pelatihan.
"Kami ingin para nasabah PNM mampu berkembang dan naik kelas. Melalui pelatihan pengolahan wortel menjadi kerupuk, kami mendorong terciptanya nilai tambah bagi hasil pertanian lokal sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. Produk ini juga kami siapkan untuk ditampilkan pada Hari Krida Pertanian sebagai bentuk kreativitas dan inovasi pelaku UMKM binaan," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Dokan, Martinus Ginting, mengapresiasi dukungan yang diberikan PNM Kabanjahe kepada masyarakat desa. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi langkah positif dalam mengembangkan sektor pertanian sekaligus memperkuat daya tarik Desa Dokan sebagai desa wisata.
"Produk kerupuk wortel ini memiliki potensi menjadi oleh-oleh khas Desa Dokan. Selain meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian, inovasi ini juga dapat memperkuat identitas desa wisata yang kami kembangkan," kata Martinus.
Ia berharap produk hasil kreativitas ibu-ibu nasabah PNM tersebut mampu menarik perhatian masyarakat maupun pemangku kepentingan yang hadir pada peringatan Hari Krida Pertanian Kabupaten Karo 2026, sekaligus menjadi inspirasi bagi pengembangan produk olahan pertanian lainnya di daerah tersebut.
Pewarta: Ade FriadiEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.