Medan (ANTARA) - Sevnce Robotics produsen robot industri asal Chongqing, Tiongkok, terus mengembangkan teknologi robot untuk menggantikan manusia di pekerjaan berisiko tinggi.
Pantauan tim jurnalis dari Sumatera, Senin 22/6/2026, suasana pabrik terlihat tenang. Sejumlah teknisi muda sibuk merakit komponen, memasang sensor, serta memperbaiki robot.
Xie, perwakilan perusahaan, mengatakan Sevnce Robotics mempekerjakan lebih dari 300 teknisi yang fokus pada riset, pengembangan, perbaikan, dan kustomisasi robot sesuai kebutuhan pelanggan.
“Produk kami mulai dari robot berkaki empat, robot beroda, hingga robot penyemprot air jarak jauh. Sebagian robot juga dirancang tahan ledakan,” ujar Xie.
*Berawal dari usaha mahasiswa*
Perusahaan ini berdiri 2010. Pendirinya memulai usaha saat masih mahasiswa berusia sekitar 21 tahun dan awalnya fokus pada perangkat lunak. Kini Sevnce Robotics telah mengantongi lebih dari 370 hak kekayaan intelektual, terlibat dalam penyusunan lebih dari 60 standar industri, serta meraih lebih dari 100 penghargaan tingkat nasional dan provinsi/kementerian.
Tonggak penting terjadi 2014 saat perusahaan mulai mengembangkan teknologi sesuai kebutuhan industri. 2017, Sevnce meluncurkan robot khusus pertama untuk sektor pertambangan, minyak dan gas.
Transformasi besar terjadi 2021 ketika produksi dimasifkan dengan fokus robot untuk lingkungan kerja berbahaya.
Tahun lalu perusahaan memproduksi lebih dari 3.000 unit robot. Target 2027 ditingkatkan menjadi 10.000 unit per tahun.
*Robot untuk area berbahaya*
Sevnce mengklaim memproduksi robot tahan ledakan pertama di dunia. Robot ini dilengkapi sensor canggih untuk mengambil gambar, merekam video, mendeteksi suhu, gas, dan bau berbahaya. Tujuannya mengurangi risiko bagi pekerja di kilang minyak, pabrik petrokimia, dan fasilitas gas alam.
“Tujuan utama kami adalah menggantikan manusia pada pekerjaan yang berisiko tinggi,” kata Xie.
Selain robot beroda, perusahaan juga memproduksi robot berkaki empat berbentuk seperti anjing mekanis. Robot ini mampu melintasi medan berbatu dan berlumpur. Di Irak, robot tersebut digunakan untuk patroli dan inspeksi pipa minyak bawah tanah. Daya tahan operasionalnya 3-4 jam per siklus, dengan kapasitas angkut bervariasi sesuai spesifikasi.
Robot pemadam kebakaran juga dikembangkan. Robot ini dapat masuk ke area ledakan dan menyemprotkan air hingga jarak sekitar 50 meter tanpa membahayakan petugas. Ada pula robot patroli yang memantau area industri 24 jam dan mengirim laporan otomatis jika menemukan objek mencurigakan atau kerusakan fasilitas.
Hampir seluruh produk Sevnce Robotics dapat dikustomisasi, mulai dari sensor, jenis roda, daya tahan suhu, hingga perangkat lunak. Keandalannya dibuktikan dengan robot yang masih beroperasi hingga 6 tahun di fasilitas minyak dan gas.
*Pasar global*
Produk Sevnce telah digunakan di Qatar, Arab Saudi, Irak, Kanada, Singapura, Malaysia, dan sejumlah negara Timur Tengah. Mayoritas pelanggan berasal dari sektor minyak dan gas. Perusahaan juga menjalin kerja sama dengan perusahaan energi besar di Arab Saudi serta riset bersama universitas untuk pengembangan robot generasi berikutnya.
Pengakuan terhadap perusahaan meningkat setelah Presiden Tiongkok Xi Jinping meninjau langsung perkembangan teknologi robot Sevnce pada 2024.
Dari perusahaan perangkat lunak kecil yang dirintis mahasiswa, Sevnce Robotics kini menjadi salah satu produsen robot industri terkemuka dengan pasar ekspor ke berbagai negara.
Pewarta: Anggi Luthfi PanggabeanEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.