Karo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Karo kembali memperluas pasar hasil pertanian melalui skema Kerja Sama Antar Daerah (KAD) dengan mengirimkan sekitar 20 ton komoditas hortikultura ke Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Pengiriman perdana yang dilepas langsung Bupati Karo Antonius Ginting bersama Wakil Bupati Komando Tarigan, Jumat (19/6/2026) dari halaman Kantor Bupati Karo.

Pengiriman tersebut merupakan tindak lanjut dari kesepakatan kerja sama yang telah dibangun antara Pemerintah Kabupaten Karo dan Pemerintah Kota Palangka Raya untuk memperkuat distribusi pangan sekaligus memperluas akses pasar hasil pertanian petani Karo.

Bupati Karo Antonius Ginting menjelaskan, satu kontainer yang diberangkatkan membawa sembilan jenis komoditas hortikultura unggulan, yakni wortel 4 ton, kentang 3 ton, kol 3 ton, sawi putih 2 ton, jipang 2,5 ton, jeruk 500 kilogram, cabai merah keriting 300 kilogram, cabai rawit hijau 100 kilogram dan cabai rawit merah 100 kilogram, dengan total muatan mencapai sekitar 20 ton.

Menurut Antonius, kerja sama ini bukan sekadar pengiriman hasil pertanian, melainkan langkah strategis untuk memastikan petani memperoleh harga yang lebih baik melalui perluasan pasar. Selama ini, kata dia, persoalan utama petani bukan pada kemampuan produksi, melainkan fluktuasi harga akibat keterbatasan akses pasar.

“Petani Karo sudah terbukti unggul dalam menghasilkan komoditas hortikultura. Yang menjadi tantangan selama ini adalah harga. Karena itu, dengan membuka pasar baru dan menguasai market, harga komoditas akan lebih terjamin sehingga kesejahteraan petani juga meningkat,” ujarnya.

Ia menegaskan, Palangka Raya hanya menjadi langkah awal dari ekspansi pasar produk pertanian Karo ke Kalimantan. Setelah pengiriman perdana ini, Pemkab Karo berencana melanjutkan kerja sama serupa dengan sejumlah daerah lain, termasuk Balikpapan dan Banjarmasin.

“Ini baru permulaan. Setelah Palangka Raya, kami akan menjajaki kota-kota lain di Kalimantan agar produk hortikultura Karo memiliki pasar yang semakin luas dan berkelanjutan,” katanya.

Untuk pengiriman perdana ini, nilai modal yang dipersiapkan pelaku usaha diperkirakan mencapai sekitar Rp200 juta, terdiri dari biaya pembelian komoditas dari petani dan biaya distribusi menuju Kalimantan Tengah.

Antonius menambahkan, kehadiran pemerintah dalam kerja sama ini bukan untuk mengambil peran pedagang, melainkan sebagai fasilitator yang mempertemukan petani dengan pasar yang lebih luas. Dengan rantai distribusi yang lebih pendek, petani diharapkan memperoleh harga jual yang lebih tinggi, sementara konsumen mendapatkan produk berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau.

“Tujuan utamanya adalah menciptakan hubungan yang saling menguntungkan antara produsen dan konsumen. Jika rantai distribusi lebih pendek, harga di tingkat petani lebih baik dan masyarakat di daerah tujuan juga mendapatkan pasokan pangan yang lebih stabil,” ujarnya.

Melalui pengiriman perdana 20 ton komoditas hortikultura ke Palangka Raya ini, Pemkab Karo berharap kerja sama antar daerah dapat menjadi model baru pemasaran hasil pertanian yang mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Tanah Karo.



Pewarta: Ade Friadi
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026