Tanjung Balai (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) bersama Pemkot Tanjungbalai dan Forkopimda setempat menggelar apel siaga yang diikuti sebanyak 138 orang petugas untuk melaksanakan Sensus Ekonomi  yang dijadwalkan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. 

Apel siaga dan pelepasan ratusan orang petugas Sensus Ekonomi di wilayah Kota Tanjungbalai juga ditandai penyematan tanda petugas oleh Wali Kota Tanjungbalai, H. Mahyaruddin Salim, berlangsung di lapangan Balai Kota setempat, Rabu.

Wali Kota Tanjungbalai H. Mahyaruddin Salim menyatakan Pemkot dan Forkopimda siap mendukung dan memberikan pengawalan untuk menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekomoni 2026

Wali Kota menegaskan bahwa apel siaga Sensus Ekonomi bukan kegitan seremonial, melainkan bentuk pernyataan dan kesiapan bersama dalam mengawal agenda strategis bangsa.

"Sensus ekonomi merupakan agenda strategis nasional yang diselenggarakan sepuluh tahun sekali untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi dan potensi perekonomian Indonesia. Kegiatan ini sangat penting karena akan menjadi dasar dalam menyusun kebijakan pembangunan ekonomi yang tepat sasaran, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Ia melanjutkan, melalui sensus ekonomi 2026 akan diperoleh data yang lebih akurat mengenai jumlah, sebaran dan karakteristik usaha yang ada di Kota Tanjungbalai, mulai dari usaha mikro, kecil, dan menengah hingga usaha berskala besar. 

Data tersebut akan menjadi fondasi penting bagi pemerintah daerah dalam merancang program pembangunan ekonomi yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Wali Kota menyatakan optimis bahwa Kota Tanjungbalai memiliki potensi ekonomi yang besar. Letak geografis yang strategis, sektor perdagangan yang terus berkembang, aktivitas perikanan yang menjadi andalan daerah, serta semangat kewirausahaan masyarakat merupakan modal berharga untuk mewujudkan Tanjungbalai Elok, Maju, Agamai dan Sejahtera (EMAS).

"Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam Sensus Ekonomi 2026. Terima dan sambut petugas sensus dengan baik, berikan informasi sesuai kondisi sebenarnya. Data yang berikan hari ini akan menjadi dasar penyusunan kebijakan, program, dan pelayanan publik yang lebih baik pada masa mendatang," kata H.Mahyaruddin Salim.

Wali Kota juga mengimbau agar pelaku usaha dan masyarakat Kota Tanjungbalai jujur dan terbuka dalam memberikan informasi kepada petugas. Seluruh perangkat daerah dan Forkopimda diharapkan menjaga keamanan dan kelancaran sensus ini.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tanjungbalai, Nizaruddin mengatakan Sensus Ekonomi 2026 diselenggarakan di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Kota Tanjungbalai. Sebanyak 138 petugas telah disiapkan untuk menyukseskan sensus ekonomi tahun ini.

"Ada sebanyak 138 petugas lapangan. Rinciannya, ada 19 pemeriksa lapangan (PML) sensus door to door, dan 119 pencacah lapangan door to door," sebut Nizaruddin 

Ia menjelaskan, Sensus Ekonomi 2026 di Kota Tanjungbalai dilaksanakan mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Untuk usaha besar dilaksanakan melalui metode CAWI, mekanisme "Ngibar". 

"Kami mengharapkan dukungan seluruh pelaku usaha di Kota Tanjungbalai untuk menerima petugas dan memberikan jawaban yang benar serta lengkap. Partisipasi masyarakat sangat menentukan kualitas data yang dihasilkan dan keberhasilan Sensus Ekonomi 2026," kata Nizaruddin. 

Apel siaga itu dihadiri Wakil Wali Kota Muhammad Fadly Abdina, Sekretaris Daerah Nurmalini Marpaung, dan unsur Forkpimda setempat. Saksikan Forkopimda, Wali Kota bersama BPS menandatangani naskah dukungan, serta pelepasan burung merpati dan balon sebagai tanda dimulainya pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. 



Pewarta: Yan Aswika
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026