Medan (ANTARA) - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Medan mengajak para jamaah haji asal Sumatera Utara (Sumut) untuk merawat kemabruran haji di kampung halaman.   

"Kami mengucapkan selamat datang kembali, dan selamat berkumpul bersama keluarga. Kami mengajak jamaah merawat kemabruran haji," kata Ketua PPIH Debarkasi Medan Zulkifli Sitorus saat menyambut 357 haji Kloter 12 Debarkasi Medan di Asrama Haji Medan, Senin.

Pihaknya juga mengajak seluruh jamaah haji agar senantiasa bersyukur atas nikmat dan kesempatan diberikan Allah SWT, sehingga bisa kembali dalam keadaan sehat dan selamat ke tanah air. 

Ia mengapresiasi atas perhatian dari Pemerintah Kota Padangsidimpuan, khususnya Wali Kota Padangsidimpuan Letnan Dalimunthe yang hadir langsung menyambut para jamaah.

Data PPIH Debarkasi Medan menyatakan, Kloter 12 membawa 357 haji terdiri atas lima kabupaten/kota di Sumatera Utara, yakni Padangsidimpuan (340), Tapanuli Utara (7), Tapanuli Tengah (2), Asahan (1), Medan (1), dan petugas kloter (6).

"Kehadiran bapak Wali Kota menunjukkan besarnya perhatian dan kecintaan pemerintah kepada jamaah haji. Beliau ingin memastikan masyarakatnya yang baru kembali dari Tanah Suci disambut dengan baik, sebelum kembali ke kampung halaman," katanya.   

Zulkifli juga mengingatkan, kemabruran haji tidak berhenti saat meninggalkan Makkah dan Madinah, tetapi juga harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat.

"Kami berharap bapak ibu jadi teladan di lingkungan masing-masing, menebarkan kemaslahatan, meningkatkan ketaatan kepada Allah SWT, dan terus berbagi dengan sesama. Itulah beberapa tanda haji mabrur dan hajah mabrurah," tutur Zulkifli.  

Perwakilan Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Medan dr Indah Mayasari memberikan edukasi kesehatan kepada para jamaah haji asal Sumatera Utara ini.

"Kami mengimbau seluruh jamaah untuk melakukan pemantauan kesehatan secara mandiri selama 21 hari, yaitu terhitung sejak 15 Juni hingga 6 Juli 2026," tutur dr Indah.

Masa pemantauan 21 hari itu, jelas dia, sangat penting guna mendeteksi kemungkinan munculnya gejala penyakit pasca-perjalanan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.

Menurutnya, jamaah haji diminta segera melapor ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami demam, batuk, pilek, sesak napas, nyeri tenggorokan, dan keluhan kesehatan lainnya.

"Selain itu, bapak ibu diimbau tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat, serta menggunakan masker saat berinteraksi dengan banyak orang," ujar dr Indah.



Pewarta: Muhammad Said
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026