Medan (ANTARA) - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Medan menuntaskan pemulangan gelombang pertama jamaah haji asal Sumatera Utara musim haji 2026.

"Kedatangan jamaah Kloter (kelompok terbang) 13 KNO (Kualanamu) hari ini sebagai penanda berakhirnya fase pemulangan gelombang pertama," ucap Ketua PPIH Debarkasi Medan Zulkifli Sitorus usai menyambut Kloter 13 Debarkasi Medan di Asrama Haji Medan, Selasa.

Ia menjelaskan pemulangan gelombang pertama dilayani menggunakan pesawat Garuda Indonesia melalui Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, pada 1-15 Juni 2026.

Jamaah kemudian tiba di Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, selama periode 2-16 Juni 2026.

Berdasarkan data PPIH Debarkasi Medan, sebanyak 358 jamaah Kloter 13 terdiri atas 216 jamaah asal Kabupaten Labuhanbatu, 115 jamaah asal Kabupaten Labuhanbatu Utara, 21 jamaah asal Kota Medan, serta enam petugas kloter.

Baca juga: 40 hari di Tanah Suci, ALS sambut jamaah haji dengan daun ubi tumbuk

Zulkifli mengatakan hingga Kloter 13, jumlah jamaah dan petugas yang telah tiba di Debarkasi Medan mencapai 4.663 orang atau sekitar 77,85 persen dari total jamaah yang tergabung dalam 17 kloter.

"Sebanyak 4.663 orang terdiri atas 4.611 jamaah haji dan 52 petugas dari Kloter 1 hingga Kloter 13 telah kembali ke Tanah Air," ujarnya.

PPIH Debarkasi Medan selanjutnya menunggu kepulangan gelombang kedua yang terdiri atas empat kloter terakhir.

Pemulangan gelombang kedua akan dilayani melalui Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah, menuju Bandara Internasional Kualanamu.

Menurut Zulkifli, Kloter 14 dijadwalkan tiba pada Rabu (17/6), Kloter 15 pada Jumat (19/6), Kloter 16 pada Sabtu (20/6), dan Kloter 17 pada Ahad (21/6).

Ia juga menyebutkan sebanyak 1.320 jamaah atau sekitar 22,04 persen masih berada di Madinah untuk menyelesaikan rangkaian ibadah serta berziarah ke sejumlah tempat suci.

"Jamaah haji kita yang masih berada di Madinah berjumlah 1.320 orang atau sekitar 22,04 persen," kata Zulkifli.


 



Pewarta: Muhammad Said
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026