Medan (ANTARA) - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Waas menyebut perayaan Waisak menjadi momentum bersama-sama untuk refleksi diri demi mewujudkan keharmonisan dalam menjalani kehidupan sehari-sehari.

"Mari kita menjadikan Waisak sebagai momentum perbaiki diri, menebar kebaikan demi menjaga keharmonisan," ujar Rico Waas pada Perayaan Waisak 2036 di Medan,, Sumatera Utara, Ahad.

Rico Waas mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya umat Buddha untuk menjaga perilaku dalam menjalani kehidupan antar- sesama.

Menurutnya, pada momen perayaan hari besar agama tersebut menjadi momen penting untuk berperilaku baik sebagai umat manusia.

"Ketika kita mampu hidup dengan cinta kasih dan saling menghormati di situlah kedamaian yang sesungguhnya dirasakan ," kata dia.

Oleh karena itu, orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kota Medan itu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus saling menghormati guna menjaga toleransi di wilayah itu.

Rico Waas mengaku bahwa kota yang dipimpinnya merupakan kota yang menjunjung toleransi, yang hidup dalam keharmonian.

"Kota Medan merupakan kota multikultural yang di dalamnya banyak agama, kebudayaan, kultur, bahkan ras. Kita bersyukur hingga saat ini tidak ada permasalahan atau konflik keagamaan. Itu yang harus kita jaga," sebut dia.

Ia meminta agar seluruh elemen masyarakat, khususnya umat Buddha untuk terus berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah.

"Kami yakin dengan peran umat Buddha pembangunan Kota Medan menjadi lebih baik," ujarnya.

Ketua Walubi Kota Medan Arman Chandra menyampaikan bahwa harmoni dalam keberagaman merupakan fondasi mutlak kemajuan ibu kota Sumatera Utara ini.

Melalui tema "Dharma Sebagai Sumber Moral dan Kebijaksanaan", Arman Chandra mengingatkan seluruh elemen masyarakat akan krusialnya menjaga kompas moral di tengah tantangan zaman yang kian dinamis.

Menurutnya, esensi dari kedamaian sejati bukanlah tentang memaksakan keseragaman, melainkan tentang bagaimana setiap individu mampu merangkul perbedaan dengan penuh rasa hormat.

"Perdamaian tidak lahir dari kesamaan, melainkan dari kemampuan kita untuk hidup berdampingan dalam keberagaman," ujarnya.

 

 



Pewarta: Anggi Luthfi Panggabean
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026