Medan (ANTARA) - Dari konter pulsa sederhana menjadi andalan Mini ATM warga: Kisah Arya menjawab kebutuhan layanan keuangan di Deli Serdang

Di banyak wilayah Sumatera Utara, usaha lokal kini menjalankan peran yang lebih besar dari sekadar tempat berbelanja. Bagi sebagian masyarakat, merchant menjadi titik layanan keuangan yang paling dekat, mudah diakses, dan dipercaya untuk melakukan berbagai transaksi harian, mulai dari tarik tunai, transfer, hingga pembayaran.

Fenomena inilah yang terlihat di salah satu
sudut kawasan Pasar Sore, Deli Serdang, melalui perjalanan Muhammad Arya Noval dan usahanya,
Agen Cell.

Ketika Arya memutuskan membuka cabang kedua usahanya di kawasan Pasar Sore, Deli Serdang, ia
tidak hanya melihat peluang bisnis. Ia melihat kebutuhan nyata di sekitarnya. Wilayah yang ramai dari
siang hingga malam itu membutuhkan akses transaksi keuangan yang mudah dan dekat.

Namun saat itu, cabang keduanya belum memiliki mesin EDC sehingga belum dapat melayani berbagai kebutuhan transaksi yang kerap dicari masyarakat.

Perubahan mulai terjadi pada Desember 2024 ketika Arya bergabung dengan BukuAgen. Sebelum
memiliki EDC, layanan di cabang kedua masih terbatas pada e-wallet, mobile banking, pembelian
voucher, kartu perdana, dan aksesori. Pelanggan yang ingin tarik tunai atau transaksi dengan kartu ATM
sering kali belum dapat terlayani.

Kehadiran mesin EDC membuka peluang baru bagi Arya untuk menjawab kebutuhan yang sebelumnya
belum bisa dipenuhi. Layanan tarik tunai yang awalnya hanya sekitar lima transaksi per hari meningkat
menjadi 10 hingga 15 transaksi per hari, terutama pada jam-jam sibuk menjelang malam. Total transaksi
harian di tokonya pun kini mencapai sekitar 300 transaksi per hari.

Seiring pertumbuhan transaksi, Arya juga memperoleh akses ke program Buku Modal dengan limit Rp10
juta. Tambahan modal kerja ini membantu menjaga ketersediaan saldo operasional sehingga toko tetap
dapat melayani transaksi bernilai besar tanpa hambatan.

Dampaknya terlihat jelas dalam pertumbuhan bisnisnya. Pada periode September hingga Desember
2025, total transaksi di Agen Cell tercatat sebanyak 1.029 transaksi. Angka tersebut meningkat lebih dari
dua kali lipat menjadi 2.066 transaksi pada periode Januari hingga Mei 2026.

Pertumbuhan ini menunjukkan bagaimana akses terhadap layanan keuangan dan modal usaha dapat memperkuat kapasitas merchant dalam melayani kebutuhan masyarakat secara lebih luas.

Namun bagi Arya, perubahan terbesar bukan hanya soal peningkatan transaksi.

"Yang paling terasa justru kepercayaan dari masyarakat. Sekarang bukan hanya pelanggan yang datang,
tapi juga pemilik warung dan konter lain di sekitar sini yang membutuhkan saldo atau layanan tarik tunai.
Mereka tahu kalau di sini selalu tersedia dan bisa diandalkan," ujarnya.

Kepercayaan tersebut tumbuh secara alami karena kedekatan merchant dengan komunitas di sekitarnya.
Warga mengenal pemilik usaha secara langsung, berinteraksi setiap hari, dan merasa nyaman
melakukan transaksi di tempat yang sudah mereka percayai.

Hal ini sejalan dengan visi BukuWarung dalam memperluas inklusi keuangan di Sumatera. Rolly Kirman,
Head of Region Sumatera BukuWarung, mengatakan “Di banyak wilayah di Sumatera Utara, tantangan
akses layanan keuangan bukan hanya soal jarak ke bank, tetapi juga soal kepercayaan dan kemudahan.

Karena itu, kami melihat merchant lokal memiliki peran yang sangat penting sebagai penghubung antara
masyarakat dan layanan keuangan. Ketika warga bisa melakukan transfer, tarik tunai, pembayaran,
hingga mengakses berbagai layanan keuangan di toko yang mereka kenal dan percaya, maka inklusi
keuangan dapat tumbuh secara lebih alami dan berkelanjutan di tingkat komunitas," ujarnya.

Kini Arya mengelola tiga outlet dengan tiga mesin EDC dan tengah mempersiapkan ekspansi berikutnya
ke kawasan pasar mahasiswa dan area sekitar kampus di Kota Medan. Langkah tersebut tidak hanya
membuka peluang usaha baru, tetapi juga menciptakan lapangan kerja bagi keluarga dan masyarakat di
sekitarnya.

Kisah Arya menunjukkan bahwa inklusi keuangan tidak selalu dimulai dari kantor cabang bank atau
institusi besar. Dalam banyak kasus, inklusi keuangan tumbuh dari merchant lokal yang hadir setiap hari
di tengah komunitas, memahami kebutuhan warga, dan menjadi tempat yang dipercaya untuk
mengakses layanan keuangan.

 Melalui peran tersebut, merchant seperti Arya tidak hanya mengembangkan usahanya sendiri, tetapi juga membantu memperluas akses layanan keuangan bagi
masyarakat di sekitarnya.

Tentang BukuWarung
BukuWarung merupakan platform yang menyediakan solusi keuangan terintegrasi bagi pelaku UMKM di Indonesia,

Mencakup pencatatan keuangan, layanan pembayaran digital, hingga akses pembiayaan untuk mendukung
operasional dan pertumbuhan usaha.

Melalui ekosistem layanannya, termasuk BukuAgen sebagai akses layanan keuangan di tingkat komunitas dan BukuModal sebagai dukungan permodalan,

BukuWarung membantu pelaku
usaha tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga memperluas peran mereka dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Dengan jangkauan yang luas hingga ke berbagai wilayah, termasuk area tier 2 hingga tier 4,
 



 



Pewarta: Juraidi
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026