Tapanuli Selatan (ANTARA) - PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe, mendukung penyelenggaraan webinar bertajuk "Clean Energy Goes Viral: Gen-Z dalam Transisi Energi" sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai pentingnya energi bersih dan keberlanjutan.

Webinar yang diikuti ratusan peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa, hingga jurnalis tersebut menghadirkan narasumber Ir. Riki Firmandha Ibrahim, M.Sc., dosen energi terbarukan Program Magister Universitas Darma Persada sekaligus Dewan Pakar Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI), Sabtu.

Kegiatan itu mendapat antusiasme tinggi dari peserta, khususnya generasi Z, yang aktif berdiskusi mengenai tantangan dan peluang dalam percepatan transisi menuju energi terbarukan di Indonesia.

Dukungan PTAR yang berlokasi di Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara terhadap webinar tersebut sejalan dengan berbagai langkah perusahaan dalam meningkatkan efisiensi energi dan penggunaan sumber energi yang lebih ramah lingkungan di area operasional Tambang Emas Martabe.

Dimana diketahui, pada 2022, PTAR membangun instalasi panel surya berkapasitas 2,0 megawatt peak (MWp) dengan sistem on-grid rooftop yang dipasang pada 42 bangunan di kawasan tambang. Pemanfaatan energi surya itu menjadi salah satu upaya perusahaan mengurangi ketergantungan terhadap energi berbasis fosil.

Selain itu, PTAR juga mulai mengoperasikan excavator hibrida Komatsu HB365-1 sejak 2023 yang diklaim mampu menghemat konsumsi bahan bakar hingga 17 persen dan mengurangi emisi karbon sekitar 13 kilogram per jam.

Pada 2024, perusahaan juga memanfaatkan 275.000 unit Renewable Energy Certificate (REC) atau setara 275 megawatt hour (MWh) listrik energi baru terbarukan dari PLN serta meningkatkan penggunaan bahan bakar ramah lingkungan melalui penerapan B40 yang merupakan campuran 40 persen biodiesel dan 60 persen solar.

Di sektor pengolahan, PTAR menerapkan berbagai inovasi efisiensi energi, antara lain penggunaan Instalasi Slip Energy Recovery (SER) yang berpotensi menghemat energi hingga 6,49 persen per bulan serta teknologi Closed-Loop Energy Reclamation dengan Intelligent Torque Control pada sistem penggilingan bijih yang pada 2024 mampu mengurangi konsumsi energi listrik sebesar 4.931 gigajoule (GJ).

Perusahaan juga mengembangkan pemanfaatan minyak pelumas bekas menggunakan teknologi Hypobaric Fraction Separator. Pada 2024, PTAR mengolah 155,25 ton minyak pelumas bekas sehingga mampu menekan potensi pemanasan global hingga 441.975,09 ton setara karbon dioksida (CO2e), sekaligus mendukung praktik pertambangan yang lebih berkelanjutan.



Pewarta: Kodir Pohan
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026