Medan (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) menambah pasokan Minyakita dari sejumlah produsen guna menjaga ketersediaan komoditas tersebut untuk masyarakat.

"Kami telah mendapatkan tambahan pasokan dari sejumlah produsen minyak goreng dengan total tambahan mencapai dua juta liter yang sebelumnya 1,7 juta liter per bulan," ujar Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara Budi Cahyanto di Medan, Jumat.

Budi mengatakan tambahan pasokan dari 11 produsen minyak goreng tersebut dilakukan untuk memperkuat ketersediaan Minyakita dan meningkatkan penyaluran ke pasar melalui Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) maupun Rumah Pangan Kita (RPK).

Lebih lanjut, ia mengatakan peningkatan penyaluran ke pasar itu dilakukan agar ketersediaan Minyakita bagi masyarakat tetap terjaga di wilayah Sumatera Utara.

"Peningkatan distribusi Minyakita ke pasar dilakukan guna menjaga stabilitas pasokan dan harga minyak goreng," ujarnya.

Selain itu, Budi mengatakan petugas secara berkala memantau sejumlah toko mitra Bulog di pasar agar ketersediaan MinyaKita tetap terjaga dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Terkait harga, Bulog memastikan harga eceran tertinggi (HET) MinyaKita sebesar Rp15.700 per liter masih berlaku dan tidak ada mengalami kenaikan di pasar.

"Kami menjamin penyaluran MinyaKita ke pasar sesuai dengan HET dan terus berupaya menjangkau seluruh pasar di Sumatera Utara," ucapnya.

Untuk itu, Budi mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying karena pasokan MinyaKita terus diupayakan tersedia secara bertahap di pasar dan jaringan pengecer resmi.



Pewarta: M. Sahbainy Nasution
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026