Medan (ANTARA) - Perwakilan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Provinsi Sumatera Utara menyatakan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di wilayah tersebut tumbuh positif hingga April 2026.
"Hingga April 2026, penyaluran KUR menunjukkan tren positif dalam mendukung permodalan para pelaku UMKM," ujar Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Sumatera Utara Rudy Rahmaddi dalam keterangan yang diterima di Medan, Kamis.
Ia mengatakan total penyaluran KUR tercatat sebesar Rp5,22 triliun kepada 82.601 debitur, yang mewakili sekitar 7,12 persen dari total UMKM di Sumut.
Total penyaluran KUR hingga Maret 2026 tercatat sebesar Rp3,60 triliun kepada 58.966 debitur, yang mewakili sekitar 5,08 persen dari total UMKM di Sumut.
Ia mengatakan pada April ini, di antaranya sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan menjadi sektor penerima KUR terbesar dengan realisasi Rp2,42 triliun kepada 40.343 debitur.
Sektor perdagangan besar dan eceran menempati posisi kedua dengan penyaluran sebesar Rp1,76 triliun kepada 26.992 debitur.
Sebaliknya, sektor dengan penyaluran terkecil adalah pertambangan dan penggalian, yakni kepada 18 debitur dengan total pembiayaan Rp859 juta.
Kemenkeu Sumut juga mencatat penyaluran pembiayaan Ultra Mikro (UMi) di Sumut pada April 2026 mencapai Rp404,43 miliar kepada 59.270 debitur.
Sektor perdagangan besar dan eceran masih menjadi yang paling dominan dengan realisasi Rp393,84 miliar atau sekitar 97,38 persen dari total penyaluran kepada 57.698 debitur.
Sebaliknya, sektor dengan penyaluran terkecil adalah konstruksi, dengan empat debitur dan nilai pembiayaan Rp40 juta.
Sementara itu, penyaluran UMi hingga Maret 2026 mencapai Rp307,23 miliar kepada 45.032 debitur.
Pewarta: M. Sahbainy NasutionEditor : Akung
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.