Madina (ANTARA) - Bupati Mandailing Natal (Madina) Saipullah memastikan penataan Pasar Baru Panyabungan terus berlanjut, terutama dalam menindaklanjuti berbagai keluhan pedagang.
Hal itu disampaikan Saipullah saat meninjau pasar utama di ibu kota kabupaten tersebut, Rabu (10/6), bersama sejumlah pejabat daerah, termasuk kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Dalam peninjauan tersebut, bupati menyoroti tiga persoalan utama yang membutuhkan penanganan segera. Pertama, pasokan air bersih yang berkurang akibat kebocoran tangki penampung.
Untuk mengatasi hal itu, Pemkab Madina menginstruksikan Satuan Pemadam Kebakaran (Damkar) menyuplai air sementara waktu. Sementara itu, solusi permanen tengah disiapkan melalui pengadaan tangki baru yang saat ini masih dalam proses pengiriman.
Kedua, belum tersedianya drainase di area los bagian belakang pasar. Ketiga, masih terjadinya genangan air di sejumlah titik, terutama di jalan lingkar pasar.
“Terkait itu, pemerintah daerah akan melakukan peningkatan jalan serta pembangunan saluran air. Jalan akan ditinggikan agar air mengalir lancar ke parit,” ujar Saipullah.
Ia menambahkan, pembangunan drainase di los bagian belakang telah diusulkan masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun 2026.
Di sisi lain, Saipullah mengapresiasi kondisi pasar yang dinilai semakin tertib setelah relokasi pedagang kaki lima ke dalam kompleks pasar.
Selain itu, los yang telah dibangun sebelumnya kini juga sudah ditempati pedagang dan mulai dimanfaatkan untuk aktivitas jual beli, sebagai bagian dari upaya penataan pasar yang lebih terpusat dan teratur.
“Secara umum kondisi pasar sudah baik. Masyarakat nyaman berbelanja dan pedagang sudah bisa beraktivitas sebagaimana layaknya pasar pagi,” katanya.
Dalam kunjungan tersebut, bupati juga berdialog langsung dengan sejumlah pedagang untuk menyerap aspirasi serta mengetahui kendala yang masih dihadapi di lapangan.
Pewarta: HolikEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.