Tapanuli Utara (ANTARA) - Tim Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara yang dipimpin Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Mizwar, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Tapanuli Utara dan Kabupaten Toba.
Dalam kunjungan tersebut, SPPG Lumbansiagian Jae yang dikelola oleh Yayasan Pelita Kita Bersama (PKB) mendapat apresiasi khusus karena dinilai telah menerapkan standar operasional yang sangat baik dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Mizwar mengatakan, penilaian dilakukan melalui pengamatan langsung terhadap seluruh rangkaian operasional dapur, mulai dari proses produksi makanan, pendistribusian kepada penerima manfaat, hingga proses pembersihan omprengan setelah digunakan.
"Dari hasil pengamatan kami sejak pagi hari, SPPG yang dikelola Yayasan Pelita Kita Bersama menunjukkan penerapan prosedur yang sangat baik dan memenuhi kriteria kesehatan yang diharapkan," ujar Mizwar didampingi Kabid P2P Dinkes Taput, Sevenris Butarbutar dan Korwil BGN Taput Syahmenan Lubis di Tarutung, Rabu (10/6).
Ia mengapresiasi komitmen pengelola dapur dalam menjalankan setiap tahapan kerja sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan pemerintah.
Menurutnya, dibandingkan sejumlah dapur SPPG yang dikunjungi di wilayah Toba dan Tapanuli Utara, SPPG Lumbansiagian Jae menjadi salah satu yang terbaik dan layak dijadikan contoh bagi operasional dapur MBG lainnya.
"Penerapan SOP, kebersihan lingkungan, proses produksi hingga distribusi makanan berjalan dengan baik. Ini patut menjadi contoh bagi dapur-dapur lainnya," katanya.
Sementara itu, Pendiri Yayasan Pelita Kita Bersama, Jhonson Edy Simanjorang, menyambut baik kegiatan pengawasan yang dilakukan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Utara.
Menurutnya, pengawasan dan evaluasi secara berkala menjadi langkah penting untuk memastikan kualitas pelayanan dan keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis yang merupakan program prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto.
"Kami berharap pengawasan seperti ini dapat terus dilakukan sehingga seluruh dapur MBG dapat menjaga kualitas layanan, keamanan pangan, dan kesehatan penerima manfaat," ujar Jhonson.
Program MBG sendiri merupakan salah satu program strategis pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi peserta didik, melalui penyediaan makanan bergizi yang aman dan memenuhi standar kesehatan.
Pewarta: Rinto AritonangEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.