Medan (ANTARA) - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara menerapkan manajemen beban terukur sebagai langkah pengamanan guna memulihkan sistem kelistrikan di wilayah tersebut.

"Manajemen beban merupakan langkah pengamanan sistem kelistrikan selama proses pemulihan berlangsung," ujar Senior Manager Keuangan, Komunikasi dan Umum PLN UID Sumatera Utara Efron Lumban Gaol di Medan, Sumut, Jumat.

Efron mengatakan pengaturan pasokan listrik dilakukan secara terukur dan bergantian untuk menjaga kestabilan sistem kelistrikan di wilayah tersebut.

Pihaknya terus memantau secara terus menerus dan mengupayakan agar dampak yang dirasakan pelanggan dapat diminimalkan.

"Pengaturan pasokan listrik dilakukan di sebagian wilayah Kota Medan, Kota Binjai, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Serdang Bedagai dan Kabupaten Langkat," ucapnya.

Ia mengatakan selama proses pemulihan berlangsung, sebagian pelanggan berpotensi mengalami penghentian sementara pasokan listrik sebanyak satu hingga dua kali dalam sehari dengan durasi sekitar tiga jam pada setiap periode pengaturan.

Sebagai langkah percepatan, PLN bersama tim teknis lintas unit terus melakukan pemulihan jalur transmisi yang terdampak, termasuk pembangunan tower emergency guna mempercepat penyaluran kembali pasokan daya ke sistem kelistrikan Sumatera Utara.

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bahaya kelistrikan selama cuaca ekstrem dan pelanggan dapat memantau perkembangan kondisi kelistrikan sekaligus melaporkan potensi gangguan melalui aplikasi PLN Mobile.

Efron menambahkan petugas terus mempercepat pemulihan sistem kelistrikan di Sumatera Utara pasca robohnya tower transmisi akibat cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang yang terjadi pada Kamis (4/6) malam.



Pewarta: M. Sahbainy Nasution
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026