Karo (ANTARA) - Proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 untuk jenjang SMA dan SMK Negeri di wilayah Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Sumatera Utara mencatat sebanyak 7.597 calon murid telah melakukan pendaftaran hingga penutupan tahap berjalan.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Sumatera Utara, Zulkarnaen Barus, mengatakan antusiasme calon murid baru masih cukup tinggi hingga hari terakhir pendaftaran pada Selasa (2/6/2026) kemarin. Bahkan hingga pukul 16.15 WIB jumlah pendaftar yang masuk masih terus bertambah.
"Semua terlaksana dengan baik dan sampai batas penutupan masih cukup banyak calon murid yang melakukan pendaftaran," ujar Zulkarnaen saat diwawancarai, Rabu (3/6/2026).
Data Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV mencatat jumlah pendaftar SMA Negeri mencapai 6.251 orang, sedangkan pendaftar SMK Negeri sebanyak 1.346 orang. Dengan demikian total pendaftar pada tahap berjalan mencapai 7.597 orang.
Sementara itu, total daya tampung SMA dan SMK Negeri untuk Tahap I dan Tahap II di wilayah kerja Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV mencapai 11.676 kursi.
Zulkarnaen mengungkapkan daya tampung sekolah negeri di wilayah tersebut masih belum mampu mengakomodasi seluruh lulusan SMP tahun ini. "Masih ada sekitar 4.000-an siswa yang berpotensi tidak dapat tertampung di SMA dan SMK Negeri," katanya.
Pun demikian meski ada sekitar 4000-an siswa berpotensi tak bisa masuk ke sekolah negeri, namun Zulkarnaen menegaskan kualitas sekolah - sekolah swasta tak kalah baiknya dengan sekolah negeri. "Tentu kita tak bisa mengesampingkan sekolah swasta yang kualitasnya tak kalah dengan sekolah negeri sehingga yang tak tertampung bisa memilih sekolah swasta," ucap Zulkarnaen.
Sejumlah sekolah negeri masih menjadi tujuan utama para pendaftar. Untuk jenjang SMA, sekolah yang paling diminati antara lain SMA Negeri 1 Kabanjahe, SMA Negeri 2 Kabanjahe, SMA Negeri 1 Berastagi, SMA Negeri 1 Tigapanah, SMA Negeri 1 Sidikalang, SMA Negeri 2 Sidikalang, SMA Negeri 1 Sumbul, dan SMA Negeri 1 Salak.
Sementara untuk jenjang SMK, sekolah yang paling banyak diminati yakni SMK Negeri 1 Merdeka, SMK Negeri 1 Berastagi dan SMK Negeri 1 Sidikalang.
Di sisi lain, sejumlah sekolah masih kekurangan peminat, di antaranya SMA Negeri 1 Simpang Empat, SMA Negeri 1 Juhar, SMA Negeri 1 Gunung Sitember, SMK Negeri 1 Tanah Pinem, SMK Negeri 1 Siempat Nempu Hilir, SMK Negeri 1 PGGS, SMK Negeri 1 Siempat Rube, SMK Negeri 1 STU Jehe dan SMK Negeri Kusuma Pagindar.
Menurut Zulkarnaen, fenomena penumpukan pendaftar masih terjadi di sejumlah sekolah favorit, khususnya SMA Negeri 1 Kabanjahe, SMA Negeri 2 Kabanjahe dan SMA Negeri 1 Berastagi.
Untuk mendorong pemerataan peserta didik, pemerintah memberikan ruang lebih besar bagi calon murid yang ingin melanjutkan pendidikan ke SMK. Salah satunya melalui kuota jalur prestasi yang mencapai 70 persen sehingga calon murid dapat mendaftar tanpa dibatasi wilayah administrasi tertentu.
Terkait proses seleksi, Zulkarnaen menegaskan seluruh tahapan SPMB dilaksanakan sesuai petunjuk teknis yang berlaku dan mengedepankan prinsip integritas. "Pelaksanaan seleksi dilakukan sesuai juknis dan penuh integritas," tegasnya.
Cabang Dinas juga membuka berbagai saluran pengaduan bagi masyarakat yang menemukan kejanggalan selama proses pendaftaran. Pengaduan dapat disampaikan melalui tim aduan SPMB di sekolah, tim aduan SPMB Cabang Dinas Pendidikan, maupun petugas penghubung (PIC) Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV.
Hingga menjelang penutupan pendaftaran, jumlah pengaduan yang diterima relatif sedikit. Mayoritas berkaitan dengan kendala teknis, seperti kesulitan melakukan pendaftaran, reset kata sandi, hingga nama calon murid yang belum muncul pada portal pendaftaran.
Selain itu terdapat beberapa aduan terkait kepemilikan kartu Program Keluarga Harapan (PKH) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang terdaftar dalam Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) namun tidak lagi aktif menerima bantuan.
Adapun kendala yang paling banyak dihadapi calon murid selama proses pendaftaran adalah gangguan jaringan saat mengunggah dokumen ke aplikasi, terutama saat terjadi pemadaman listrik di wilayah Sumatera Bagian Utara.
Secara umum proses pendaftaran daring berjalan cukup baik dan tidak ditemukan kendala akses internet yang signifikan di daerah.
Bagi calon murid yang mengalami kesulitan mengakses sistem atau mengunggah dokumen, Cabang Dinas menyarankan agar datang langsung ke sekolah tujuan untuk mendapatkan pendampingan dari panitia SPMB setempat.
Zulkarnaen menambahkan, beberapa sekolah besar di kawasan perkotaan telah memenuhi kuota pada jalur tertentu, terutama jalur domisili dan afirmasi. Sementara jalur prestasi dijadwalkan akan dilaksanakan pada Tahap II SPMB 2026
Pewarta: Ade FriadiEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.