Medan (ANTARA) - PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Utara (Sumut) menyiagakan petugas untuk memantau sistem kelistrikan setelah pulih secara menyeluruh pascagangguan pada jaringan interkoneksi Sumatera.

"Setelah pemulihan berhasil dilakukan, kami tetap menyiagakan petugas untuk melakukan pemantauan sistem kelistrikan secara menyeluruh," ujar General Manager PLN UID Sumatera Utara Mundhakir Salman di Medan, Senin.

Mundhakir mengatakan langkah tersebut dilakukan guna memastikan pasokan listrik kepada pelanggan tetap andal dan layanan kelistrikan berjalan optimal.

Untuk itu, ia mengimbau kepada masyarakat apabila menemukan gangguan atau kondisi lainnya masyarakat dapat segera melapor melalui aplikasi PLN Mobile atau Contact Center PLN 123.

"Kami berkomitmen untuk terus menjaga keandalan pasokan listrik, meningkatkan kesiapsiagaan sistem, serta memberikan layanan terbaik bagi seluruh pelanggan di Sumatera Utara," ucapnya.

Ia mengatakan pemulihan penuh pasokan listrik di wilayah Kota Medan tersebut berhasil dilakukan pada Minggu (24/5), dengan proses pemulihan sistem kelistrikan terus menunjukkan perkembangan positif.

Sebanyak 540 penyulang yang sebelumnya terdampak kini telah kembali beroperasi, dan 4.867.248 pelanggan kembali menikmati pasokan listrik secara bertahap.

“Proses pemulihan ini dapat berjalan dengan baik berkat dukungan Pemerintah, TNI/Polri, serta doa dan pengertian masyarakat selama penormalan sistem berlangsung,” ucapnya.

Mundhakir mengatakan dalam proses penormalan sistem kelistrikan, PLN tetap mengedepankan aspek keselamatan, kehati-hatian, dan keandalan sistem. Pemulihan dilakukan secara bertahap untuk memastikan jaringan kembali beroperasi dengan aman dan stabil, serta mencegah terjadinya gangguan lanjutan.

PLN juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang sempat terjadi akibat gangguan kelistrikan tersebut.

PLN memahami bahwa listrik merupakan kebutuhan penting bagi masyarakat, baik untuk aktivitas rumah tangga, layanan publik, fasilitas kesehatan, pendidikan, kegiatan usaha, maupun sektor produktif lainnya.



Pewarta: M. Sahbainy Nasution
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026