Karo (ANTARA) - Di sebuah kandang sederhana milik peternak kecil di Kecamatan Tiga Panah, Kabupaten Karo, berdiri seekor sapi limosin berbobot hampir satu ton. Tubuhnya besar, gagah, dan kini menjadi perhatian nasional setelah dipilih sebagai sapi kurban Presiden RI Prabowo Subianto untuk Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Sapi jantan berbobot 900 kilogram itu bernama “SAMBO”. Nama unik tersebut ternyata memiliki cerita tersendiri. Pemiliknya, Relli Juna Tarigan, mengaku memberi nama itu karena sapi tersebut lahir saat kasus “Sambo” ramai menjadi sorotan publik empat tahun lalu.
“Namanya SAMBO karena dia lahir pas kasus SAMBO viral di Indonesia waktu itu,” ujar Relli sambil tersenyum saat ditemui di kandangnya, Kamis (21/5/2026).
Bagi Relli, terpilihnya SAMBO menjadi hewan kurban Presiden bukan sekadar kebanggaan, tetapi juga momen emosional. Sebab, sapi itu telah dirawatnya sejak lahir hingga tumbuh menjadi sapi raksasa dengan kondisi fisik prima.
“Sedih juga karena aku rawat dia dari kecil. Tapi bangga kali, karena SAMBO bisa bermanfaat untuk masyarakat dan dibeli langsung oleh Presiden,” katanya sembari memeluk sapi kesayangannya itu.
Di balik tubuh besar SAMBO, tersimpan cerita tentang keberhasilan peternak lokal Karo mengembangkan ternak berkualitas melalui metode inseminasi buatan (IB).
Dari kandang peternak rakyat, lahirlah sapi dengan kualitas nasional yang kini dipercaya menjadi hewan kurban orang nomor satu di Indonesia.
Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Karo, Rafael Amigo Simbolon, mengatakan pihaknya bersama dokter hewan terus melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi SAMBO.
“Pemeriksaan rutin terus dilakukan untuk memastikan kesehatan dan kondisi fisiknya tetap prima hingga hari penyembelihan nanti,” ujarnya.
Menurut Rafael, selain memiliki bobot fantastis, SAMBO juga memenuhi seluruh aspek kesehatan dan kelayakan sebagai hewan kurban Presiden. “Ini menjadi kebanggaan bagi peternak kita di Karo. Sapi sebesar ini lahir dan dibesarkan di sini oleh peternak kecil dengan metode IB,” katanya.
Terpilihnya SAMBO pun menjadi simbol bahwa peternak daerah mampu menghasilkan ternak unggulan yang mampu bersaing di tingkat nasional. Dari dataran tinggi Karo, seekor sapi bernama SAMBO kini bersiap menjadi bagian dari momen kurban Presiden untuk masyarakat Indonesia.(*)
Pewarta : Ade Friadi
Pewarta: JuraidiEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.