Tapanuli Selatan (ANTARA) - Progres pembangunan Koperasi Merah Putih Desa dan Kelurahan di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara masih minim. Dari 212 desa, baru tujuh desa yang mulai membangun koperasi, sementara dari 36 kelurahan baru satu kelurahan yang terlapor menjalankan pembangunan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Tapanuli Selatan (Tapsel), M Yusuf, mengatakan saat ini pembangunan masih dalam tahap proses di sejumlah desa dan kelurahan.

“Untuk sementara ini yang terlapor sedang proses pembangunan ada beberapa desa dan satu kelurahan,” kata Yusuf kepada ANTARA, Rabu (20/5).

Adapun desa yang mulai berproses yakni Desa Sibadoar Kecamatan Sipirok, Desa Pargarutan Dolok Kecamatan Sipirok, Desa Batu Godang Kecamatan Angkola Sangkunur, Desa Aek Badak Jae Kecamatan Sayurmatinggi, Desa Sidapdap Simanosor Kecamatan Saipar Dolok Hole, Desa Sipange Siunjam Kecamatan Sayurmatinggi, serta Desa Perkebunan, Kecamatan Angkola Sangkunur. Sedangkan untuk kelurahan yakni Kelurahan Simarpinggan.

Ia mengatakan progres pembangunan di sejumlah lokasi tersebut masih rendah. Beberapa desa disebut baru mencapai sekitar 20 persen dan belum ada pembangunan yang selesai.

Menurut Yusuf, pemerintah daerah tidak menetapkan target khusus jumlah pembangunan koperasi yang harus diselesaikan. Pelaksanaan dilakukan menyesuaikan kesiapan desa masing-masing.

“Target tidak ada, sebanyaknya saja,” ujarnya.

Ia menambahkan, kendala utama pembangunan koperasi merah putih di daerah itu yakni persoalan lahan. Sementara untuk anggaran pembangunan bersumber dari pemerintah pusat melalui dana desa yang dipotong langsung.

Program Koperasi Merah Putih merupakan bagian dari kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis desa dan kelurahan.



Pewarta: Kodir Pohan
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026