Tapanuli Utara (ANTARA) - Mantan Rektor Institut Agama Kristen Negeri Tarutung, Prof Albiner Siagian, menyampaikan kesan dan pesan selama memimpin institusi pendidikan tersebut selama empat tahun terakhir dalam agenda serah terima jabatan kepada rektor baru Dr Haposan Silalahi yang digelar di Auditorium kampus tersebut, Selasa (19/5).

Albiner mengatakan, selama masa kepemimpinannya terdapat berbagai cerita suka dan duka, termasuk tantangan dalam beradaptasi dengan kultur akademis di lingkungan kampus, meskipun dirinya berasal dari latar belakang budaya Batak.

Menurutnya, hal itu menjadi kesulitan tersendiri pada awal pengabdiannya untuk menyesuaikan diri dengan kultur akademik di kampus. Namun secara perlahan ia mengaku mampu beradaptasi dengan baik.

Ia juga menyampaikan harapannya agar kehadiran Institut Agama Kristen Negeri Tarutung dapat terus menjadi berkat bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten Tapanuli Utara dan kawasan Tapanuli Raya, melalui kontribusi nyata dalam pengembangan sumber daya manusia.

Albiner berharap di bawah kepemimpinan rektor baru, kampus tersebut tidak hanya berkontribusi dalam mencetak sumber daya manusia di bidang keagamaan, tetapi juga secara lebih luas bagi masyarakat umum melalui transformasi Institut Agama Kristen Negeri Tarutung menjadi universitas Kristen yang diharapkan dapat terwujud pada tahun ini.

Ia menegaskan masih banyak program dan pekerjaan baik yang harus dilanjutkan, seraya menyatakan keyakinannya bahwa rektor baru bersama seluruh pihak dapat melanjutkan berbagai potensi kepemimpinan yang ada demi kemajuan kampus.

Sementara itu, Rektor Institut Agama Kristen Negeri Tarutung yang baru, Haposan Silalahi, menyatakan komitmennya untuk melanjutkan berbagai program yang telah dirintis sebelumnya, khususnya dalam mengawal proses transformasi kampus menjadi universitas Kristen.

Menurutnya, transformasi tersebut diyakini akan memberikan dampak yang lebih luas, tidak hanya dalam bidang pendidikan, tetapi juga dalam pemberdayaan serta peningkatan ekonomi masyarakat di sekitar kampus.

Ia berharap kehadiran Institut Agama Kristen Negeri Tarutung tidak hanya menjadi tempat untuk mempermuliakan nama Tuhan, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan serta kesejahteraan masyarakat.

Haposan juga menekankan pentingnya membangun rasa kebersamaan di lingkungan kampus. Menurutnya, Institut Agama Kristen Negeri Tarutung harus menjadi rumah bersama bagi seluruh civitas akademika, baik dosen, pegawai maupun mahasiswa.

"IAKN Tarutung harus menjadi rumah bersama. Kemajuan kampus ini tidak bisa hanya dilakukan oleh pimpinan saja, tetapi harus didasari semangat kebersamaan seluruh civitas akademika untuk menjadikannya sebagai rumah bersama," ujarnya



Pewarta: Rinto Aritonang
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026