Simalungun (ANTARA) - MMasyarakat Kabupaten Simalungun diajak untuk memanfaatkan lahan pekarangan rumah dengan tanaman bermanfaat bagi keluarga.
"Minimal satu pohon cabai di halaman rumah masing-masing," ujar Ketua TP PKK Kabupaten Simalungun, Nyonya Darmawati Anton Achmad Saragih, Selasa (19/5).
Ajakan ini disampaikan pada kegiatan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah yang diadakan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan di Kantor Camat Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun.
Pemanfaatan pekarangan rumah ini diharapkan dapat menjadi upaya mandiri keluarga dalam mendukung ketahanan pangan rumah tangga, sekaligus mengurangi pengeluaran belanja kebutuhan dapur sehari-hari.
Darmawati juga memberi edukasi kepada masyarakat agar bijak dalam berbelanja, memilih bahan makanan yang sehat dan bergizi namun tetap hemat.
Ia juga mengusulkan agar penyelenggaraan kegiatan Gerakan Pangan Murah lebih banyak melibatkan peran serta petani dan peternak lokal.
Dengan begitu, masyarakat dapat memperoleh pasokan sayuran, buah-buahan, telur, dan hasil bumi lain yang segar, sehat, dan bergizi.
Langkah ini, menurutnya, sekaligus menjadi bentuk dukungan nyata terhadap produk lokal serta penguatan ketahanan pangan daerah.
Diharapkan, dengan adanya Gerakan Pangan Murah, stabilitas harga pangan tetap terjaga, persiapan masyarakat menyambut Hari Raya Idul Adha menjadi lebih ringan, serta kesadaran masyarakat akan pentingnya kemandirian pangan semakin tumbuh kuat di Kabupaten Simalungun.
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, Rapolan Sitio menjelaskan, Gerakan Pangan Murah ini dilakukan secara serentak di seluruh kabupaten dan kota se-Provinsi Sumatera Utara.
Untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas, kegiatan ini dibagi ke dalam empat titik lokasi penyelenggaraan, yakni Kecamatan Tanah Jawa, Tapian Dolok, Bandar, dan Kecamatan Siantar.
Komoditas pangan pokok yang tersedia, beras, minyak goreng, gula pasir, dan telur ayam yang harganya lebih terjangkau dari harga pasaran.
Pewarta: WaristoEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.