Medan (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mendorong percepatan proses perizinan maupun rekomendasi investasi minyak dan gas bumi (migas) untuk melegalisasikan sumur minyak rakyat di daerah.

"Langkah ini kita nilai penting agar investasi segera terealisasi, dan memberi manfaat bagi masyarakat," ucap Wakil Gubernur Sumut Surya usai menerima perwakilan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama jajaran Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di Kantor Gubernur Sumut, Senin.

Wagub menegaskan, bahwa Pemprov Sumut berkomitmen untuk mendukung kelancaran investasi sektor migas di daerah.

Data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) hingga akhir 2025, menyatakan Provinsi Sumatera Utara memiliki sebanyak 607 sumur minyak rakyat di Kabupaten Langkat.

"Segala sesuatu yang disampaikan menjadi catatan kami untuk dilaporkan kepada bapak Gubernur. Kami minta proses perizinan dipercepat agar investasi segera terealisasi," ujar Surya.

Selain percepatan investasi, pihaknya juga meminta kepada Pertamina EP dan instansi terkait lainnya agar membantu menuntaskan legalisasi sumur-sumur tua milik masyarakat.

Menurut dia, kebijakan tersebut penting supaya pengelolaan sumur minyak rakyat dapat dilakukan secara legal, aman, dan memberi banyak manfaat ekonomi yang optimal.

"Kita ingin sumur-sumur yang selama ini ilegal bisa diinventarisir, dan dilegalkan agar produksinya bagus dan masyarakat mendapat manfaatnya," tutur Surya.

Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) CW Wicaksono mengaku, wilayah Sumbagut memiliki peran strategis dengan kontribusi sekitar 30 persen terhadap total produksi migas nasional.

Dari sekitar 900 hingga 1.000 sumur minyak di Tanah Air, sekitar 60 persen kegiatan operasionalnya di wilayah Sumatera Bagian Utara.

Pihaknya berkomitmen akan membawa investasi bernilai besar ke wilayah Sumatera Utara. "Kami berupaya membawa investasi sekitar 300 juta dolar AS ke wilayah ini. Kami menghargai dukungan pemerintah daerah, karena tantangan investasi di masa depan akan semakin sulit," ucap Wicaksono.

Deputi General Manager Pertamina EP Reza Rahardian menyampaikan, Pertamina bersama perusahaan asal Jepang bernama Japex akan fokus mengembangkan sumur minyak di wilayah Langkat.

"Khususnya Desa Bubun, Kecamatan Tanjungpura, Langkat. Pengeboran dua sumur direncanakan akan dimulai pada Agustus 2026 dengan target produksi perdana di Juni 2027," katanya.

Pihaknya juga melaporkan, perkembangan positif di lapangan migas tertua Indonesia di Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat.

"Setelah pengujian di Pulau Panjang, Pangkalan Susu menunjukkan hasil yang baik. Pertamina berencana mengebor dua sumur gas baru di Hamparan Perak, Deli Serdang, guna mendukung pasokan gas industri di Sumut," kata Reza.



Pewarta: Muhammad Said
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026