Medan (ANTARA) - DPRD Provinsi Sumatera Utara memberikan apresiasi atas langkah PLN yang memberikan sambungan listrik gratis kepada warga prasejahtera melalui program "Light Up The Dream" karena dapat meningkatkan pemenuhan kebutuhan dasar di wilayah tersebut.

"Program sosial Light Up The Dream tersebut sangat baik karena menyentuh kebutuhan dasar warga," ujar  Ketua Komisi D DPRD Provinsi Sumut Timbul Jaya Hamonangan Sibarani di Medan, Senin.

Ia mengatakan, listrik yang dipasang di rumah warga prasejahtera tersebut bukan sekadar memberikan penerangan, melainkan juga berkaitan dengan kebutuhan penting untuk meningkatkan pendidikan, ekonomi, dan kehidupan keluarga.

Pihaknya mengapresiasi atas langkah PLN yang turun langsung membantu masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan akses listrik secara layak.

Ia berharap program sosial PLN tersebut dapat terus berlanjut dan diperluas agar semakin banyak masyarakat di Sumatera Utara yang merasakan manfaatnya.

"Kami berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan secara berkelanjutan. DPRD tentu mendukung program yang memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat," ucap Timbul.

PLN Sumut mencatat sejak 2021 sampai saat ini telah menyambung listrik gratis melalui program Light Up The Dream (LUTD) sekitar 4.700 rumah tangga di provinsi tersebut.

General Manager PLN UID Sumatera Utara Mundhakir sebelumnya mengatakan, program "Light Up The Dream" merupakan bagian dari komitmen PLN untuk menghadirkan energi yang berkeadilan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Menurut Mundhakir, penyalaan listrik gratis tersebut bukan sekadar membuat rumah menjadi terang, melainkan menghadirkan harapan baru bagi keluarga penerima manfaat untuk menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman, aman, dan layak.

Karena itu, PLN akan terus menghadirkan listrik tidak hanya melalui pembangunan infrastruktur kelistrikan, tapi juga lewat kepedulian sosial yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.



Pewarta: M. Sahbainy Nasution
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026