Medan (ANTARA) - Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Medan Zulkifli Sitorus mengimbau jamaah calon haji asal Sumatera Utara agar menghindari wisata kota sebelum puncak haji tahun ini.
"Saya mengingatkan jamaah calon haji agar fokus ibadah, terutama wajib haji," ucap Zulkifli setelah melepas keberangkatan sebanyak 355 calon haji Kloter 14 Embarkasi Medan di Asrama Haji Medan, Kamis.
Pihaknya juga meminta Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) di wilayah Sumatera Utara untuk menghindari kegiatan "city tour" (wisata kota) hingga puncak haji.
Dua bus yang membawa jamaah calon haji Indonesia asal Jawa Timur dan Jawa Barat dilaporkan mengalami kecelakaan di Jabal Magnet sekitar 60 kilometer dari pusat Kota Madinah, Selasa (28/4).
Pemerintah Indonesia memastikan tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan bus Kloter SUB-2 dan Kloter JKS-1 itu, namun 10 calon haji mengalami luka ringan akibat peristiwa tersebut.
"KBIHU kita minta jangan banyak melakukan wisata kota. Beberapa waktu lalu terjadi kecelakaan bus yang membawa jamaah, padahal ibadah haji belum dilaksanakan," tegas Zulkifli.
Selain itu, lanjut dia, Kementerian Haji dan Umrah RI telah melarang calon haji Indonesia melakukan city tour sebelum puncak haji di Arafah, Mudzalifah, dan Mina.
Larangan ini tertuang dalam Surat Edaran bernomor S-88/BN/2026, ditujukan kepada Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi se-Indonesia.
City tour itu berpotensi menyebabkan kelelahan, sementara kegiatan tersebut tidak termasuk dalam rukun maupun wajib haji.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: PPIH Medan imbau jamaah hindari wisata kota sebelum puncak haji
Pewarta: Muhammad SaidEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.