Medan (ANTARA) - Terdakwa kasus penadahan emas hasil curian, Medy Mehamat Amosta Barus (31) divonis empat bulan 29 hari penjara setelah menempuh mekanisme restorative justice (RJ) dengan korban hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan Khamozaro Waruwu.

“Terdakwa divonis empat bulan 29 hari,” kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sofyan Agung Maulana ketika dihubungi dari Medan, Rabu (28/4).

Vonis terhadap terdakwa Medy dibacakan pada Senin (27/4), oleh majelis hakim yang diketuai Efrata Happy Tarigan. Terdakwa dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penadahan.

“Perbuatan terdakwa terbukti bersalah sebagaimana dakwaan kedua sesuai dengan tuntutan, yakni Pasal 591 huruf a dan b Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP,,” kata Sofyan.

JPU Kejari Medan Sofyan Agung Maulana, mengatakan vonis empat bulan 29 hari tersebut dijatuhkan karena adanya restorative justice di Pengadilan Negeri Medan.

“Vonis 4 bulan 29 hari, disesuaikan dengan masa penahanan karena sudah ada restorative justice di pengadilan,” katanya.

Sebelumnya, JPU Sofyan menuntut terdakwa Medy dengan pidana delapan bulan penjara. Tuntutan tersebut dipertimbangkan karena telah terjadi perdamaian antara terdakwa dan korban Khamozaro Waruwu.

“Tuntutan delapan bulan, karena sudah ada perdamaian antara terdakwa dengan korban,” ujarnya.

 

JPU Sofyan dalam surat dakwaan menyebutkan bahwa kasus ini bermula dari aksi Fahrul Aziz Siregar (berkas terpisah) yang diduga mengambil perhiasan emas milik korban Khamozaro Waruwu di Komplek Taman Harapan Indah, Medan Sunggal, tanpa seizin pemilik.

Emas hasil dugaan pencurian tersebut kemudian dijual kepada terdakwa yang saat itu menjaga Toko Emas M. Barus di Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang, pada beberapa kesempatan, yakni 4, 8, dan 12 November 2025, dengan total transaksi mencapai ratusan juta rupiah.

“Seluruh emas yang dibeli terdakwa kemudian dilebur menjadi emas murni. Dari transaksi tersebut, terdakwa diduga memperoleh keuntungan sekitar Rp6 juta. Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian dan melaporkannya ke Polrestabes Medan,” ujar Sofyan.



Pewarta: Aris Rinaldi Nasution
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026