Medan (ANTARA) - PT Angkasa Pura Aviasi selaku pengelola Bandara Internasional Kualanamu di Kabupaten Deli Serdang melayani technical landing atau pendaratan teknis sebanyak 274 pesawat haji musim haji tahun ini.

"Ada 142 penerbangan technical landing Garuda Indonesia, dan 132 penerbangan Saudi Arabian Airlines selama operasional haji," ucap Director of Operation and Services PT Angkasa Pura Aviasi Dedy Sri Cahyono di Deli Serdang, Minggu.

Menurut dia, Bandara Internasional Kualanamu berperan sebagai titik pendaratan teknis strategis untuk mengisi avtur pesawat bagi penerbangan haji.

Analisis pergerakan penerbangan haji ke Tanah Suci menunjukkan operasional terkendali dengan kapasitas apron (tempat parkir) dan parking stand (area khusus di apron) memadai.

"Tentunya, PT Angkasa Pura Aviasi melayani fase embarkasi jamaah calon haji asal Sumatera Utara pada 22 April hingga 11 Mei 2026, dan fase debarkasi pada 1 sampai 21 Juni 2026," katanya.

Untuk mendukung kelancaran layanan, pihaknya menyiapkan personel operasional dan keamanan secara optimal, diantaranya airport security, AMC, service team, security inspector, serta tim teknik fasilitas keselamatan dan keamanan.

Fasilitas pemeriksaan calon haji asal Sumatera Utara di Asrama Haji Medan juga telah dipersiapkan, termasuk unit x-ray, walk through metal detector, dan sistem pemeriksaan bagasi.

"Posko Haji di Bandara Internasional Kualanamu beroperasi mulai 22 April hingga 21 Juni 2026, sebagai pusat koordinasi layanan terpadu," ujar Dedy.

Ia mengatakan, pihaknya juga menyiapkan rencana kontingensi menghadapi potensi penyimpangan, seperti cuaca ekstrem, keterlambatan penerbangan, kondisi darurat hingga pengamanan sisi udara.

PT Angkasa Pura Aviasi terus memperkuat peran Bandara Internasional Kualanamu sebagai gerbang konektivitas di wilayah barat Indonesia.

"Sekaligus sebagai simpul pelayanan ibadah haji yang andal, modern, dan berorientasi pada pengalaman pelanggan," tutur Dedy.



Pewarta: Muhammad Said
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026