Medan (ANTARA) - Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menekankan pentingnya menjaga keseimbangan pasar antara daerah penghasil dan daerah konsumen guna mendorong stabilitas harga serta meningkatkan kesejahteraan petani.
Hal tersebut disampaikan Bobby usai melepas pengiriman 1,05 ton cabai merah dari Kabupaten Karo ke Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, di halaman Kantor Gubernur Sumut, Rabu.
“Pengiriman ini merupakan bagian dari kerja sama antardaerah untuk menjaga keseimbangan pasar antara daerah penghasil dan daerah konsumen,” ujarnya.
Menurut dia, kerja sama antardaerah (KAD) tidak hanya menjaga ketersediaan pasokan, tetapi juga berperan dalam mengendalikan inflasi dan menstabilkan harga di tingkat petani maupun konsumen.
Program tersebut, lanjut Bobby, diyakini mampu meningkatkan pendapatan petani sekaligus memperluas akses pasar.
Ia meminta pemerintah kabupaten/kota menjadikan KAD sebagai program unggulan, khususnya bagi daerah yang telah memiliki komitmen kerja sama.
“Jika semakin banyak daerah menjalin kerja sama, maka daerah yang sudah berkomitmen perlu diprioritaskan,” katanya.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menargetkan pelaksanaan KAD di 12 kabupaten/kota pada 2026 dan optimistis program ini dapat menjaga stabilitas harga serta meningkatkan kesejahteraan petani.
“Program ini menjadi salah satu upaya untuk menolong petani, khususnya petani cabai di Karo,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Karo Komando Tarigan mengatakan kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Karo dan Pemerintah Kota Palangkaraya mulai terjalin pada tahun ini.
Ia menjelaskan pengiriman cabai merah yang dilakukan saat ini merupakan tahap ketiga dengan total volume 1,05 ton.
Menurut dia, kerja sama tersebut membantu petani di Karo yang sebelumnya menghadapi penurunan harga hingga Rp9.000 per kilogram.
“Setelah adanya kerja sama, harga cabai merah berangsur naik hingga sekitar Rp25.000 per kilogram,” katanya.
Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Terpuk Sisiwa Kato, Pedoman Ginting, menilai sinergi antardaerah menjadi solusi efektif dalam menjaga keseimbangan pasokan dan harga.
Ia menyebutkan Gapoktan yang dipimpinnya terdiri atas 13 kelompok tani dengan kapasitas produksi cabai merah mencapai tiga hingga empat ton per hari.
"Setelah adanya KAD, harga cabai merah di pasaran berangsur naik dari Rp9 ribu per kilogram, naik ke Rp18 ribu per kilogram. Terakhir harganya Rp25 ribu per kilogram," katanya.
Pewarta: Muhammad SaidEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.