Medan (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menyebut, tugas Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi/Debarkasi Medan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga moral dan spiritual.

"Di dalamnya terdapat harapan ribuan jamaah yang ingin menjalankan rukun Islam kelima dengan tenang, nyaman, dan penuh kekhusyukan," ucap Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara Sulaiman Harahap di Asrama Haji Medan, Jumat.

Sulaiman yang juga menjabat Koordinator PPIH Embarkasi/Debarkasi Medan juga mengatakan, amanah besar ini merupakan bentuk kepercayaan negara yang harus dijalankan penuh integritas.

Data Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumut menyatakan, sebanyak 5.933 calon haji asal Sumatera Utara dijadwalkan berangkat ke tanah suci musim haji tahun ini.

Sebanyak 5.933 calon haji asal Sumatera Utara tersebut, lanjut dia, berasal dari 33 kabupaten/kota dengan masa tunggu rata-rata belasan tahun.

"Ini adalah bentuk kepercayaan negara yang harus dijalankan dengan penuh integritas, profesionalisme, dan keikhlasan melayani tamu-tamu Allah SWT," ucap Sulaiman.

Usai pelantikan, Sulaiman bersama Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumut Zulkifli Sitorus melakukan uji coba konsumsi jamaah calon haji asal Sumatera Utara di pesawat.

Menurutnya, uji coba kualitas konsumsi tersebut menjadi faktor krusial dalam menjaga kesehatan dan kenyamanan jamaah calon haji.

"Uji coba dilakukan untuk memastikan makanan disajikan memenuhi standar gizi, higienitas, keamanan pangan, serta sesuai selera, dan kebutuhan jamaah Indonesia, khususnya Sumut," paparnya.

Selain itu, lanjut dia, pelayanan konsumsi jamaah calon haji ini diharapkan mampu mendukung kondisi fisik jamaah agar tetap prima selama perjalanan ke tanah suci.

"Keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji membutuhkan sinergi, koordinasi lintas sektor yang kuat, dan berkelanjutan," tegas Sulaiman.

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI Mochamad Irfan Yusuf melantik PPIH Embarkasi/Debarkasi se-Indonesia secara hybrid di Aula Madinatul Munawwarah Lantai IV, Asrama Haji Medan.

"Saya berharap PPIH embarkasi memahami bahwa pelantikan ini adalah peneguhan amanah untuk menjalankan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan jemaah secara nyata sejak dari embarkasi, sekaligus memastikan koordinasi PPIH kloter berjalan rapi dan efektif,” ujar Irfan.

Menhaj menyampaikan, tahun ini merupakan tahun pertama Kementerian Haji dan Umrah menjalankan amanah penuh dalam penyelenggaraan ibadah haji.

Hingga saat ini, lanjut Irfan, pelaksanaan berjalan lancar meskipun di tengah dinamika geopolitik di Timur Tengah.

"Kondisi tersebut sempat berdampak pada fluktuasi harga maskapai," katanya.

Meski demikian, Kementerian Haji dan Umrah tetap menjalankan proses sesuai arahan Presiden RI Prabowo Subianto, bahwa penambahan biaya tidak boleh dibebankan kepada jamaah calon haji Indonesia.

Mehaj juga berharap PPIH embarkasi melayani jamaah dengan sepenuh hati, cepat, tepat, dan manusiawi dengan tidak membiarkan jamaah calon haji kebingungan.

"Prosedur yang berbelit, informasi yang berbeda-beda, dan layanan yang lambat. Embarkasi harus menjadi tempat pertama bagi jemaah merasakan kehadiran negara,” jelas Gus Irfan sapaan akrabnya.



Pewarta: Muhammad Said
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026