Medan (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Sumatera Utara (OJK Sumut) menyatakan aktivitas pasar modal di wilayahnya menunjukkan pertumbuhan yang positif hingga Februari 2026 dibandingkan pada periode yang sama.

“Jumlah investor yang tercermin dalam Single Investor Identification mencapai 1.036.492 SID atau tumbuh 64,25 persen secara periode yang sama,” ujar Kepala OJK Provinsi Sumatera Utara Khoirul Muttaqien di Medan, Rabu.

Ia melanjutkan dari jumlah tersebut, Single Investor Identification (SID) kepemilikan saham tercatat sebanyak 428.397 SID atau meningkat 38,50 persen.

Untuk SID kepemilikan Surat Berharga Negara (SBN), Ia mengatakan jumlahnya mencapai 72.148 SID atau meningkat 16,60 persen, sedangkan SID kepemilikan reksa dana sebanyak 982.011 SID atau meningkat 65,71 persen.

“Peningkatan partisipasi investor juga tercermin dari nilai transaksi saham. Per Februari 2026, transaksi penjualan saham tercatat sebesar Rp11,92 triliun atau meningkat 135,51 persen secara tahunan,” katanya.

Sementara itu, transaksi pembelian saham mencapai Rp12,2 triliun atau meningkat 103,95 persen secara tahunan.

Selain itu, aktivitas investasi masyarakat juga berkembang melalui securities crowdfunding (SCF), dengan lima penerbit, 3.667 pemodal, dan total dana yang dihimpun sebesar Rp8,74 miliar.

“Saat ini juga terdapat 11 emiten pasar modal yang berasal dari Sumatera Utara,” kata Muttaqien.

OJK Sumut terus memperkuat pemahaman masyarakat terhadap produk keuangan legal. Hal itu menjadi langkah penting untuk memperkuat pemahaman publik terhadap produk keuangan yang legal, serta meningkatkan kepercayaan terhadap industri pasar modal.



Pewarta: M. Sahbainy Nasution
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026