Medan (ANTARA) - PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) menegaskan konsistensi terhadap kinerja praktik lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) berkelanjutan dengan meraih peringkat PROPER Emas untuk operasional pabrik peleburan (ISP).
Selain itu, PROPER Hijau untuk operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA/IPP) dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) pada 2025.
"PROPER bukan lagi sekadar alat evaluasi administratif," kata Menteri Lingkungan Hidup RI Hanif Faisol Nurofiq saat menyerahkan penghargaan di Taman Mini Indonesia Indah dalam keterangan tertulis di Medan, Kamis (9/4).
Menteri Hanif menegaskan, PROPER kini telah berkembang menjadi instrumen transformasi yang mendorong dunia usaha untuk melampaui kepatuhan.
"PROPER adalah motor transformasi yang mendorong perusahaan tidak hanya taat, tetapi melampaui ketaatan melalui inovasi, efisiensi sumber daya, dan kontribusi nyata kepada masyarakat," ucapnya.
Pada periode 2024–2025, lanjut Hanif, partisipasi PROPER mencapai 5.476 perusahaan atau meningkat 22 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Namun, hanya 282 perusahaan yang menembus kategori beyond compliance, terdiri atas 39 perusahaan berperingkat Emas dan 243 perusahaan berperingkat Hijau.
"Inalum menjadi salah satu perusahaan yang berhasil masuk dalam kelompok tersebut," jelas Hanif.
Direktur Utama Inalum Melati Sarnita menyampaikan, capaian ini merupakan hasil dari konsistensi perusahaan dalam mengintegrasikan keberlanjutan strategi bisnis.
"Kami memaknai pencapaian PROPER Emas dan Hijau ini sebagai refleksi komitmen jangka panjang Inalum dalam menempatkan keberlanjutan sebagai inti strategi bisnis," ungkap Melati.
"Upaya kami tidak hanya berfokus pada kepatuhan, tetapi juga pada penciptaan nilai melalui integrasi aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola yang terukur dan berdampak nyata," jelas Melati.
