Medan (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) terus mendorong peningkatan perekonomian desa melalui penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
"Hingga saat ini, jumlah BUMDes di Sumut tercatat 3.211 unit," ucap Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi Sumut Parlindungan Pane di Kantor Gubernur Sumut, Rabu.
Namun, lanjut dia, dari jumlah BUMDes sebanyak 3.211 unit tersebut, di antaranya baru 22 unit yang masuk dalam kategori maju.
Sedangkan 1.890 unit BUMDes masih berstatus perintis, kemudian 1.112 unit BUMDes pemula, dan 187 unit BUMDes berkembang.
"Kita tak ingin desa-desa kita, seperti di Jepang atau Korea Selatan ditinggalkan warganya, asetnya dijual murah, bahkan gratis. Padahal desa kita memiliki peran krusial dalam perekonomian," tegasnya.
Untuk itu, ungkap dia, Pemprov Sumut akan melatih sekitar 400 pengurus BUMDes guna meningkatkan performa ekonomi mencakup manajerial, keuangan hingga pemasaran tahun ini.
"Kita juga akan membentuk Klinik BUMDes Naik Kelas, baik secara daring maupun luring yang melibatkan para ahli di bidangnya," jelas Parlindungan.
Hal ini, dia menyebutkan, sebagai salah satu upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat desa, sehingga pendapatan desa di Sumut dapat ditingkatkan.
Pihaknya juga akan menggandeng Kejaksaan Negeri (Kejari) kabupaten/kota di Sumut melalui program Jaksa Masuk Desa untuk memperkuat aspek hukum dan tata kelola administrasi desa.
Melalui program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran hukum para pengurus desa di Sumatera Utara.
"Setiap tahun desa kita mendapatkan dana desa. Pemerintah ingin dana desa itu menjadi pemacu kemandirian desa, taat administrasi, dan hukum," sebut dia.
Ia juga berharap para pengurus desa di Sumatera Utara menanggapi program ini secara positif, karena tidak ingin desa-desa terus bergerak stagnan dari tahun ke tahun.
Meski demikian, Parlindungan juga mengakui, bahwa upaya ini bukanlah pekerjaan mudah dan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak terkait.
"Kita terus menjalin kerja sama, dan meningkatkan kolaborasi berbagai lembaga dan organisasi. Ini bukan pekerjaan yang mudah," tuturnya.
Pewarta: Muhammad SaidEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026