Medan (ANTARA) - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Waas menekankan, pekerjaan kabel bawah tanah yang merupakan program Medan rapi tanpa kabel (Merata) untuk dilakukan secara terintegrasi.
"Saya menginginkan pekerjaan dilakukan dengan koordinasi yang baik dan efisien," ujar Rico Waas usai menerima kunjungan Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) Sumatera Utara di Medan, Selasa.
Menurutnya, pekerjaan yang terintegrasi akan membuat pekerjaan kabel bawah optimal yang menghindari pekerjaan berulang.
"Artinya pengerjaan kabel tanam harus dilakukan beriringan dengan pembangunan trotoar oleh Dinas SDABMBK sehingga tidak terjadi pembongkaran ulang setelah pembangunan trotoar," kata dia.
Oleh karena itu, Rico Waas meminta jajarannya untuk meningkatkan koordinasi dengan pemangku kebijakan terkait dalam mengoptimalkan program tersebut.
"Saya tidak mau kerja dua kali. Ketika kita bangun trotoar, jangan dibongkar lagi hanya untuk menanam kabel. Harus ada komitmen bersama agar kota ini tidak semrawut," sebut dia.
Ketua Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi Sumatera Utara Jimmy Aswin Siregar menegaskan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pemerintah kota setempat pada pekerjaan kabel bawah tanah.
"Kami terus berkoordinasi dengan Pemkot Medan, khususnya Dinas SDABMBK, dalam penataan kabel menjadi sistem bawah tanah sebagai bagian dari transformasi digital," ujar Jimmy.
Ia mengatakan, pihaknya sedikitnya menargetkan 25 ruas jalan ruas di kota Medan bebas dari kabel udara.
Higga April 2026, penataan ditargetkan mencakup hampir 20 ruas jalan, dengan total sekitar 25 ruas jalan yang akan dikerjakan sepanjang tahun ini, termasuk di Jalan Imam Bonjol, Jalan Patimura dan Jalan S. Parman dan ruas jalan lainnya yang ada di Kota Medan," kata dia.
