Medan (ANTARA) - PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara (Sumut) mengatakan penggunaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) pada periode arus mudik dan balik Lebaran 2026 mengalami pertumbuhan positif.
General Manager PLN UID Sumatera Utara Mundhakir di Medan, Rabu (1/4), mengatakan pada periode H-7 hingga H+7 Lebaran 2026, penjualan energi listrik melalui SPKLU mencapai 100.653,76 kWh dengan nilai transaksi sekitar Rp248 juta.
"Angka itu meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama pada Lebaran 2025, yakni sebesar 43.447,10 kWh dengan nilai transaksi sekitar Rp107 juta, atau tumbuh lebih dari 130 persen," ujar dia.
Ia mengatakan dari sisi frekuensi penggunaan, tercatat peningkatan hingga 277 persen, yaitu dari 1.387 kali transaksi pada 2025 menjadi 3.846 kali transaksi pada 2026.
"Capaian tersebut menjadi indikator positif atas pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik di Sumut," katanya.
Ia mengatakan hal itu menunjukkan masyarakat semakin percaya menggunakan kendaraan listrik, sekaligus menandakan ekosistem kendaraan listrik di Sumut terus berkembang.
"Transisi energi tidak hanya berbicara pada sisi pembangkit, tetapi juga pada pemanfaatan dalam kehidupan sehari-hari," ujar dia.
Saat ini, PLN UID Sumatera Utara telah mengoperasikan 113 unit SPKLU di 91 lokasi strategis, termasuk di jalur utama mudik seperti ruas Tol Medan–Tebing Tinggi hingga kawasan perkotaan dan destinasi wisata.
Keberadaan SPKLU tersebut menjadi tulang punggung dalam mendukung mobilitas pengguna kendaraan listrik, khususnya pada periode dengan tingkat perjalanan tinggi.
PLN juga menghadirkan sejumlah SPKLU berteknologi ultra fast charging di titik strategis untuk mempercepat waktu pengisian daya sehingga memberikan kenyamanan lebih bagi pengguna kendaraan listrik selama perjalanan.
Pewarta: M. Sahbainy NasutionEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026