Madina (ANTARA) - Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Yupri Astuti Saipullah Nasution, meninjau kesiapan dua desa binaan tahun 2026 di dua kecamatan, Rabu.
Kedua desa tersebut yakni Desa Maga Dolok di Kecamatan Lembah Sorik Marapi untuk kategori pemanfaatan tanah dan pekarangan (Hatinya PKK), serta Desa Sibanggor Tonga di Kecamatan Puncak Sorik Marapi pada kategori Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K).
Dalam kunjungan itu, Yupri Astuti menekankan pentingnya koordinasi antara pengurus PKK desa, kecamatan, hingga kabupaten agar memahami indikator penilaian lomba secara maksimal.
Ia berharap Desa Maga Dolok mampu meraih hasil terbaik pada kategori Hatinya PKK di tingkat provinsi.
Sementara itu, Desa Sibanggor Tonga dinilai telah menunjukkan kesiapan dalam pengembangan usaha rumah tangga. Produk yang dihasilkan oleh kelompok PKK setempat direncanakan akan dipasarkan melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda).
Kepala Desa Maga Dolok, M Nurdin, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada desanya sebagai perwakilan Madina. Ia mengatakan pemanfaatan pekarangan oleh warga telah memberikan manfaat langsung, terutama untuk kebutuhan rumah tangga.
Di sisi lain, Kepala Desa Sibanggor Tonga, Mulyadi, menyebut pihaknya juga mendapatkan pendampingan dari PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) dalam pengembangan usaha masyarakat melalui pembentukan kelompok-kelompok wirausaha.
Dalam kegiatan tersebut, Ketua TP PKK Madina turut menyerahkan bantuan bibit jagung dan kol, menabur bibit ikan, serta memberikan santunan kepada anak yatim di Desa Maga Dolok.
Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal sendiri telah menetapkan sebanyak 10 desa sebagai desa binaan pada 2026 dengan kategori penilaian yang berbeda-beda dalam rangka menghadapi lomba PKK tingkat provinsi.
