Padangsidimpuan (ANTARA) - Umat Islam diingatkan untuk meningkatkan ibadah pada 10 malam terakhir Ramadhan karena pada malam-malam tersebut terdapat kemuliaan Lailatul Qadar, malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.

Ustaz H.Dr.Sufrin Efendi Lubis, Lc., MA utarakan itu dalam tausyiah Ramadhan 1447 Hijriyah ke-23/ke-24 Muhanmadiyah di Masjid Al-Ikhlas Samora, Kota Padangsidimpuan, Sabtu. 

Ia menjelaskan bahwa para sahabat Nabi Muhammad SAW memiliki semangat luar biasa saat memasuki 10 malam terakhir Ramadan.

“Para sahabat menyambut malam-malam terakhir Ramadhan dengan penuh antusias, seolah menyambut momen yang sangat agung,” ujarnya.

Ia menyebutkan, Nabi Muhammad SAW juga meningkatkan ibadah secara signifikan pada periode tersebut. Bahkan, ibadah dilakukan lebih lama dibanding malam-malam sebelumnya.

Menurutnya, para ulama menjelaskan bahwa Lailatul Qadar terjadi setiap tahun dan berada pada 10 malam terakhir Ramadhan.

Namun waktu pastinya tidak diketahui secara pasti karena bisa berpindah-pindah di antara malam-malam tersebut.

Beberapa hadis menyebutkan malam tersebut kemungkinan terjadi pada malam ganjil seperti malam ke-21, 23, 25, 27, atau 29 Ramadhan. 

"Hanya saja versi penentuan tanggal ganjil masih di persilihkan sejumlah ulama sehingga bisa saja terjadi di tanggal genap," jelasnya.

"Karena itu umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah sepanjang 10 malam terakhir agar tidak kehilangan kesempatan mendapatkan keutamaan malam tersebut," ujar ustadz Sufrin.

Ia menegaskan, keutamaan Lailatul Qadar sangat besar sehingga orang yang terhalang mendapatkannya disebut sebagai orang yang kehilangan banyak kebaikan.

“Siapa yang terhalang dari Lailatul Qadar, maka ia terhalang dari berbagai kebaikan,” katanya mengutip hadis Nabi.

Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak shalat malam, zikir, doa, serta berbagai amal kebaikan lainnya sesuai kemampuan.

Ia menambahkan, akhir Ramadhan seharusnya menjadi momentum evaluasi dan peningkatan ibadah agar penutup amal di bulan suci tersebut menjadi lebih baik.



Pewarta: Kodir Pohan
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026