Sergai (ANTARA) - Selama bulan Ramadhan Satuan Layanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Serdang Bedagai (Sergai) melayani penerima manfaat sebanyak 137,959 orang, baik peserta didik maupun non peserta didik dan dalam satu Minggu SPPG melayani MBG lebih pagi.
Proses pengantaran MBG lebih pagi merupakan permintaan penerima manfaat khususnya pelajar SD, SMP maupun tingkat SMA. Lantaran pelajar kini telah memasuki ujian tengah semester sekolah.
Bima Azri Kepala SPPG Firdaus 1 kepada Antara Sabtu (14/3/2026) mengatakan satu Minggu ini, SPPGnya harus lebih cepat menyalurkan MBG ke sekolah-sekolah lantaran anak sekolah sedang memasuki ujian tengah semester, hingga pulangnya lebih awal.
" Pihak sekolah meminta MBG diantar lebih cepat, karena anak anak sekolah sedang ujian jadi pulangnya lebih awal" ucap Bima Azri.
Permintaan lebih pagi, lanjut Bima Azri merubah jam bekerja relawan SPPG yang pastinya masuk jam kerja lebih awal, agar semua menu dapat tersalur sebelum pelajar selesai melaksanakan ujian.
" Permintaan lebih pagi itu tidak menghambat proses pemenuhan MBG, kami SPPG Firdaus 1 menyanggupi permintaan tersebut, karena selama Ramadhan lebih banyak menu kering" papar Bima Azri.
Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Wilayah Sergai, Nurhasanah Ritonga mengatakan sebanyak 56 dapur SPPG se Sergai melayani penerima manfaat sekitar 137.959 orang, baik peserta didik maupun non peserta didik selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah tahun 2026.
Ditambahkan Koordinator BGN Wilayah Sergai, khusus selama Ramadhan, menu yang diterapkan adalah menu kering dengan komposisi gizi seimbang. Sumber karbohidrat diberikan dalam bentuk roti, olahan jagung, ubi, dan tepung lainnya. Protein hewani berupa susu dan telur, protein nabati dari olahan kacang-kacangan, tempe, dan tahu, serta buah atau puding untuk memenuhi kebutuhan serat
Terkait pagu anggaran jelas Koordinator BGN Wilayah Sergai, program ini terbagi dalam dua kategori. Porsi kecil sebesar Rp8.000 diperuntukkan bagi Balita, untuk Taman Kanak Kanak (TK ) hingga kelas III Sekolah Dasar (SD), sementara porsi besar sebesar Rp10.000 diberikan kepada ibu hamil, ibu menyusui, serta siswa kelas IV SD hingga kelas XII SMA.
" Waktu pendistribusian disesuaikan dan disepakati antara Kepala SPPG (KASPPG) dengan penanggung jawab penerima paket di masing-masing titik distribusi, baik di sekolah maupun posyandu, guna memastikan pelaksanaan berjalan tertib dan tepat sasaran", sebut Nurhasanah.
Pewarta: DarmawanEditor : Akung
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.