Tapanuli Selatan (ANTARA) - Kerangka manusia yang diduga korban banjir bandang Garoga pada November 2025 ditemukan di pinggiran Sungai Garoga, Desa Aek Ngadol Sitinjak, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel).
Penemuan tulang belulang tersebut Pertama kali dilaporkan Kepala Desa Aek Ngadol, Saolon Sitompul, setelah warga menemukan kerangka di tumpukan kayu bekas banjir di sekitar aliran sungai.
Dalam keterngan diterima, Senin, Kapolsek Batang Toru AKP P. M. Siboro mengatakan pihaknya langsung menurunkan personel setelah menerima informasi dari Bhabinkamtibmas Desa Aek Ngadol terkait temuan tersebut.
“Personel unit Reskrim langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara serta penyelidikan awal,” kata AKP P. M. Siboro.
Kerangka ditemukan di sekitar kebun sawit milik warga di pinggiran Sungai Batang Toru dengan kondisi jenazah tidak utuh dan sebagian besar hanya tersisa tulang belulang.
Seorang warga, Hamzah Siregar, menduga kerangka tersebut merupakan ibunya, Tiarma Sitompul (55), warga Desa Garoga, yang sebelumnya dilaporkan hilang saat banjir bandang Garoga pada November 2025.
Keluarga mengenali dugaan identitas korban melalui susunan gigi bagian bawah. Beberapa minggu setelah bencana, tas milik korban juga ditemukan tidak jauh dari lokasi penemuan kerangka.
Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara, pendataan identitas korban serta meminta keterangan sejumlah saksi untuk memastikan identitas korban.
Setelah pemeriksaan di lokasi dan berkoordinasi dengan pemerintah desa serta keluarga, jenazah kemudian dibawa menggunakan mobil patroli Polsek Batang Toru untuk dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Aek Ngadol.
