Medan (ANTARA) - Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara mengintensifkan pembangunan dinding penahan tanah untuk mengantisipasi amblas jalan nasional di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput). 

“Pengerjaan dinding penahan tanah itu untuk mengantisipasi agar jalan tidak amblas,” ujar Kepala BBPJN Sumut Hardy Siahaan di Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Senin. 

Hardy mengatakan terdapat 40 titik longsor di wilayah tersebut, dan sebagian harus dibuat pembangunan dinding penahan tanah di wilayah Tapanuli Utara.

Menurutnya, pembangunan itu dilakukan karena pada sejumlah ruas jalan nasional terjadi penurunan badan jalan, serta potensi longsor pada lereng di sekitarnya. 

Ia mengatakan pembangunan dilakukan di bagian bawah badan jalan untuk menahan tanah, serta di bagian lereng yang berpotensi mengalami longsor. 

“Pembuatan dinding penahan tersebut untuk menjaga stabilitas tanah, agar tidak mudah longsor karena wilayah itu berpotensi rawan bencana,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga akan membangun saluran air dan penahan aliran air agar tidak langsung mengalir ke badan jalan nasional tersebut.

“Kami saat ini mempercepat pengerjaan dinding penahan tanah tersebut. Sebagian pekerjaan ditargetkan selesai pada 2026,” ujarnya.

Di sisi lain, BBPJN Sumut juga memfokuskan pembenahan ruas jalan di lima wilayah setelah terjadi bencana pada akhir November 2025.

Hardy menyebutkan lima wilayah tersebut yakni Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kabupaten Mandailing Natal, Kabupaten Tapanuli Utara, dan Kota Sibolga.

“Sekitar 500 kilometer ruas jalan di wilayah tersebut sedang dilakukan perbaikan pasca-bencana sekaligus perawatan jalan,” kata Hardy.

 



Pewarta: M. Sahbainy Nasution
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026