Medan (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Medan, Sumatera Utara, membuka program pembinaan tahfizh Al Quran bagi warga binaan pada momentum Ramadan 1447 Hijriah.
Kepala Lapas Kelas I Medan Fonika Affandi mengatakan pembinaan di lembaga pemasyarakatan tidak hanya berorientasi pada hukuman, tetapi juga pembinaan sosial dan keagamaan bagi warga binaan.
“Kami terus memperkuat pembinaan kepada warga binaan, khususnya dalam bidang keagamaan dan sosial, karena pembinaan di lembaga pemasyarakatan bukan sekadar menghukum,” ujar Fonika, di Medan, Kamis (5/3).
Ia mengatakan kegiatan tersebut digelar pada Rabu (4/3), dan dirangkaikan dengan buka puasa bersama warga binaan dan keluarga serta penandatanganan kerja sama pembinaan tahfizh antara Lapas Kelas I Medan dengan Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Sumatera Utara di Masjid At-Taubah.
"Kerja sama dengan LPTQ Sumatera Utara tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan membaca dan menghafal Al Quran bagi warga binaan, bahkan diharapkan dapat melahirkan qori dari dalam lapas," jelasnya.
Sementara iKepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara Yudi Suseno mengatakan kegiatan pembinaan tahfizh yang digagas Lapas Kelas I Medan merupakan langkah positif dalam membangun pembinaan spiritual warga binaan.
Selain pembukaan program tahfizh, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan buka puasa bersama antara warga binaan dan keluarganya dalam suasana Ramadan yang berlangsung penuh kehangatan di lingkungan lapas.
"Kita berharap warga binaan dapat tetap istiqomah menjalani kegiatan ibadah selama menjalani masa pidana," tutur dia.
Pewarta: Aris Rinaldi NasutionEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026