Medan (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) menyatakan stok beras di gudang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta Bantuan Pangan di daerah itu hingga Lebaran 2026.
"Stok beras yang tersedia di gudang Bulog saat ini mencapai 50.000 ton," ujar Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumut Budi Cahyanto di Medan, Rabu.
Ia mengatakan stok tersebut masih akan diperkuat dengan tambahan pasokan beras dari Jakarta, guna memenuhi kebutuhan pangan dan menjaga stabilitas harga di daerah tersebut.
Lebih lanjut, total penyaluran beras SPHP kepada sejumlah mitra pada awal Ramadhan mencapai 360 ton per hari. Harga penjualan tetap mengacu pada harga eceran tertinggi (HET), yakni Rp13.100 per kilogram.
Penyaluran dilakukan melalui sejumlah mitra, antara lain Program Gerakan Pangan Murah (GPM), pengecer di pasar rakyat, gerai pangan binaan pemerintah daerah, serta badan usaha milik negara (BUMN) yang bergerak di bidang pangan.
Sementara, untuk program Bantuan Pangan, total alokasi mencapai 35.136 ton beras bagi 1.756.846 penerima manfaat pada periode Februari–Maret 2026.
"Selain itu, kami juga melakukan inspeksi mendadak di pasar guna memastikan ketersediaan stok dan stabilitas harga beras," ujarnya.
Pihaknya meningkatkan pemantauan harga dan stok di pasar rakyat maupun pasar swalayan. Bulog juga mengecek kualitas produk, ketersediaan stok di tingkat pedagang, serta kelancaran distribusi dari gudang ke titik penjualan.
Pewarta: M. Sahbainy NasutionEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.