Madina (ANTARA) - Bupati Mandailing Natal (Madina) Saipullah Nasution memaparkan rencana pemerintah daerah untuk memperkuat ekonomi rakyat melalui pengembangan komoditas pertanian unggulan, seperti pisang, nilam, dan serai wangi.

Hal itu disampaikan Saipullah saat menghadiri Pengajian Puncak Barokah di Kecamatan Bukit Malintang, Minggu (8/2). Ia menyebutkan, pisang dan nilam merupakan komoditas unggulan Madina pada masa lalu yang dinilai masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan kembali.

Dalam waktu dekat, kata Saipullah, Dinas Pertanian Madina akan membuka perkebunan pisang seluas lima hektare sebagai lahan percontohan. Program tersebut akan didampingi oleh tenaga ahli di bidang pertanian guna mengatasi persoalan hama yang selama ini menjadi kendala petani.

"Pengelolaannya akan didampingi profesor pertanian, supaya kita tidak lagi kalah dengan hama yang selama ini menjadi momok bagi petani,” ujar Saipullah.

Selain pisang, pemerintah daerah juga berencana mengembangkan kembali tanaman nilam dan serai wangi. Rencana tersebut, lanjut dia, telah dibahas bersama tokoh-tokoh Madina dalam pertemuan di Jakarta.

Menurut Saipullah, pengembangan komoditas tersebut tidak lagi dilakukan seperti pola lama yang membebankan seluruh proses kepada masyarakat, mulai dari penanaman hingga pengolahan hasil.

"Kita sudah pernah melakukan ini, tapi rakyat dibiarkan bekerja sendiri dari menanam sampai memproduksi, sehingga tidak kompetitif dan tidak mendapatkan keuntungan yang layak,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Saipullah juga mengingatkan masyarakat akan bahaya penyalahgunaan narkotika dan praktik judi daring yang dinilainya dapat memperparah kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.

“Lapangan pekerjaan yang sulit membuat masyarakat rentan. Karena itu tolong dijaga keluarga kita dari bahaya narkotika dan judi online,” ujarnya.

Saipullah turut mengapresiasi keberlangsungan pengajian Puncak Barokah yang dinilainya sebagai sarana peningkatan pengetahuan dan pembinaan moral masyarakat. Ia juga meminta masyarakat tidak ragu melaporkan aparatur pemerintah yang terindikasi melakukan pelanggaran.

"Saya mendapat informasi adanya kepala desa yang memotong BLT Dana Desa. Seharusnya membantu masyarakat, bukan justru mengurangi hak mereka,” tegasnya.

Kehadiran Saipullah di Pengajian Puncak Barokah bukan kali pertama. Pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Madina 2024, pengajian yang dipimpin Ustaz Salman Ahmad di Desa Bange, Kecamatan Bukit Malintang, tersebut kerap dikunjunginya.



Pewarta: Holik
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026