Tapanuli Selatan (ANTARA) - Objek wisata panorama alam Bukit Simago-Mago di Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, dipadati wisatawan lokal pada libur akhir tahun, Kamis (1/1). Kunjungan tinggi menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap destinasi wisata alam tersebut.
Meski diguyur gerimis pada sore hari, antusiasme pengunjung tidak surut untuk menikmati panorama perbukitan Simago-Mago yang berhawa sejuk.
Wisatawan tetap memadati kawasan puncak untuk menikmati pemandangan alam dan suasana khas dataran tinggi Sipirok.
Salah seorang pengunjung asal Kota Padangsidimpuan, Sigit Harahap, menilai Simago-Mago memiliki potensi besar sebagai destinasi unggulan daerah.
Menurutnya, tingginya animo pengunjung menjadi indikator kuat bahwa kawasan tersebut layak dikembangkan secara profesional dan berkelanjutan.Namun demikian, ia menyoroti masih terbatasnya sarana dan prasarana pendukung wisata.
Sejumlah fasilitas umum dinilai perlu mendapat perhatian, seperti ruang shalat, tempat wudhu (air-red), kamar mandi serta area berteduh yang memadai bagi pengunjung, terutama saat kondisi cuaca hujan.
Keterbatasan fasilitas membuat sebagian pengunjung kebingungan mencari tempat berlindung ketika hujan turun. Beberapa wisatawan terpaksa berteduh di bawah pepohonan, sementara lainnya memilih kembali ke kendaraan demi menghindari hujan, atau ke salah satu kape.
Selain itu, akses jalan menuju lokasi wisata juga menjadi perhatian. Ruas jalan yang sempit dan berdekatan dengan jurang menyulitkan kendaraan roda empat saat berpapasan, baik ketika menanjak maupun menurun, sehingga pengemudi harus ekstra berhati-hati.
Pada puncak musim liburan, petugas dan masyarakat setempat menerapkan sistem buka-tutup kendaraan di pintu masuk kawasan wisata. Kebijakan ini dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan arus kendaraan menuju lokasi.
Keterbatasan lahan parkir di puncak Bukit Simago-Mago menjadi kendala utama. Kendaraan roda empat terpaksa menunggu di depan gerbang masuk hingga area parkir kembali tersedia, menandakan perlunya penataan dan peningkatan sarana pendukung wisata.
Pewarta: Kodir PohanEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.