Tapanuli Selatan (ANTARA) - Warga Lingkungan I, Kelurahan Rianiate, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, kembali harus berhadapan dengan genangan air setelah Sungai Batang Toru meluap pada Sabtu.
Air mulai menggenangi rumah-rumah warga sejak pagi hingga siang hari, memaksa sebagian masyarakat kembali bersiaga menghadapi banjir yang kerap berulang setiap musim penghujan.
“Rumah-rumah warga mulai digenangi air sejak pagi hingga siang ini,” ujar Jalal Nasution, salah seorang tokoh masyarakat Kelurahan Rianiate, kepada ANTARA, Sabtu (27/12).
Menurut Jalal, luapan air Sungai Batang Toru, berpengaruh naiknya permukaan Danau Siais, danau terbesar kedua di Sumatera Utara. Kondisi ini, kata dia, sudah menjadi siklus yang berulang ketika hujan turun deras atau terjadi banjir kiriman dari wilayah hulu.
“Kalau hujan atau ada banjir kiriman dari hulu, permukaan Sungai Batang Toru meluap. Air kemudian masuk ke Danau Siais, lalu permukaan danau naik dan menggenangi perumahan warga,” jelasnya.
Warga menilai pendangkalan atau sedimentasi Sungai Batang Toru turut memperparah kondisi tersebut. Jalur keluar air dari Danau Siais yang tidak lagi lancar menyebabkan air mudah meluap ke permukiman, khususnya di wilayah Rianiate.
Sementara itu, Lurah Kelurahan Rianiate Rahmaini menyampaikan sedikitnya 90 rumah warga atau ratusan jiwa di Lingkungan I telah terdampak genangan air.
“Kita sudah mengimbau masyarakat untuk kembali waspada bila tidak mengungsi ke lokasi-lokasi yang aman, termasuk mengamankan barang-barang berharga,” ujar Rahmaini.
Ia menambahkan, tenda Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang didirikan saat banjir bandang tiga pekan lalu masih berdiri dan kembali dimanfaatkan sebagai tempat penampungan sementara bagi warga terdampak.
