Medan (ANTARA) - PT Hutama Karya (Persero) mengerahkan alat berat dan menyiapkan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh Tamiang.
EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, mengatakan bahwa dukungan yang diberikan difokuskan pada pemulihan konektivitas agar aktivitas warga dapat kembali berjalan.
“Pemulihan akses menjadi tahap awal yang kami dorong. Fokus kami memastikan jalur penghubung warga kembali berfungsi melalui kerja sama BUMN Peduli, sebelum berlanjut ke pembangunan huntara sebagai tempat tinggal sementara yang layak,” ujarnya dalam keterangan resmi yang di terima ANTARA Kamis (25/12) di Medan.
Pihaknya menyebut dukungan dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan posko penanganan agar upaya di lapangan tidak tumpang tindih.
Program ini mencakup pemulihan akses jalan, pembersihan material sisa banjir, hingga persiapan pembangunan hunian sementara.
Untuk pembukaan akses, perusahaan mengoperasikan empat unit excavator, satu excavator PC75, dua dump truck, serta satu unit tangki solar. Dukungan konektivitas juga disiapkan melalui pengiriman Jembatan Bailey, terdiri atas satu unit bentang 43 meter dan dua unit bentang 48 meter, serta tambahan tujuh excavator PC-200 dan satu crane 80 ton guna mendukung normalisasi jalur terdampak.
Dalam fase pemulihan jangka menengah, pihaknya menargetkan pembangunan 120 unit huntara dari total 600 unit yang akan dibangun bersama tujuh BUMN konstruksi. Lokasi berada di Jalan Banda Aceh–Medan, Kebun Tanjung Seumantoh, Kecamatan Karang Baru, di atas lahan seluas sekitar 52.581 meter persegi. Instruksi pembangunan dilakukan dengan rangka baja ringan dan fasilitas umum seperti dapur, sanitasi, area cuci, dan mushala untuk mendukung kebutuhan dasar warga di masa transisi.
Dia menegaskan dukungan akan berlanjut secara bertahap seiring pemulihan akses warga serta kesiapan konstruksi di lokasi huntara.
Perusahaan memastikan operasional di lapangan dilakukan dengan standar keselamatan serta koordinasi bersama pemangku kepentingan teknis di daerah terdampak.
Langkah ini merupakan bagian dari program BUMN Peduli yang berfokus pada pemulihan konektivitas dan dukungan masa transisi bagi masyarakat.
Pewarta: Evalisa SiregarEditor : Akung
COPYRIGHT © ANTARA 2026