Medan (ANTARA) - PT Jasamarga Kualanamu Tol (JKT) memberlakukan rekayasa pengalihan lalu lintas pada malam hari di Ruas Tol Medan–Kualanamu–Tebing Tinggi (MKTT) kilometer (KM) 41+600.
Direktur Utama PT JKT Thomas Dwiatmanto mengatakan rekayasa lalu lintas tersebut sebagai lanjutan dari skema "contraflow" yang diterapkan setiap hari pukul 07.00-18.00 WIB pada 4-15 Desember 2025.
"Rekayasa malam hari merupakan pengaturan lanjutan yang disusun berdasarkan evaluasi pekerjaan teknis pemulihan ruas tol dan kondisi lalu lintas setelah pemberlakuan contraflow pada pagi hingga siang hari," ujar Thomas Dwiatmanto dalam keterangan yang diterima di Medan, Sumut, Senin.
Ia mengatakan pemberlakuan rekayasa lalu lintas pada malam hari bakal diberlakukan bagi kendaraan dari Medan menuju Tebingtinggi/kualanamu.
Kendaraan golongan I non bus tetap dapat melintas langsung melewati KM 41+600 melalui jalur yang dibuka di arah Tebing Tinggi. Sementara, bus dan kendaraan golongan II s.d. V dialihkan melalui Gerbang Tol (GT) Tanjung Morawa.
Sementara kendaraan dari Tebing Tinggi menuju Medan: kendaraan golongan I, bus, serta kendaraan golongan II–V dialihkan keluar melalui GT Kualanamu atau GT Paluh Kemiri untuk melanjutkan perjalanan menuju Medan
"Kendaraan dari Kualanamu menuju Medan: Semua golongan kendaraan diarahkan keluar melalui GT Lubuk Pakam, kemudian dapat melanjutkan perjalanan menuju Medan dengan masuk kembali melalui GT Tanjung Morawa." kata dia.
Sedangkan, kata dia, semua golongan kendaraan dari Tebing Tinggi menuju Bandara Internasional Kualanamu atau sebaliknya tetap dapat melintas normal melalui GT Kualanamu.
Setelah skema contraflow berjalan pada siang hari, ia mengatakan perusahaan bakal menerapkan rekayasa pengalihan lalu lintas yang disesuaikan agar pergerakan kendaraan tetap terjaga.
"Semua rekayasa dilakukan melalui koordinasi dengan Kepolisian, serta tetap memastikan bahwa setiap tahapan penanganan dilaksanakan dengan tetap mengedepankan keamanan dan kelancaran pengguna jalan.” sebut dia.
Thomas mengatakan pengaturan tersebut bersifat sementara dan akan terus disesuaikan dengan perkembangan pekerjaan teknis di lapangan.
"Seluruh rekayasa lalu lintas merupakan bagian dari upaya percepatan penanganan sehingga operasi Ruas Tol MKTT dapat kembali pulih sepenuhnya dalam waktu secepat mungkin tanpa mengurangi aspek keselamatan," kata dia.
Oleh karena itu, pihaknya mengimbau pengguna jalan untuk tetap berhati-hati, mengikuti arahan petugas, serta memperhatikan rambu-rambu pengaturan di lapangan.
