Medan (ANTARA) - Pemerintah Mandailing Natal (Madina) Sumatera Utara mengintensfikan koordinasi terkait kesediaan bahan bakar umum (BBM) pasca bencana alam yang terjadi di wilayah itu.
"Upaya percepatan pendistribusian kini telah dilakukan bersama Pertamina," ujar Komandan Posko Tanggap Darurat Madina, Sahnan Pasaribu di Madina, Rabu.
Ia mengatakan, pendistribusian BBM telah mulai dilakukan ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) pasca bencana alam d
Adapun pendistribusian BBM yang telah dilakukan yakni SPBU Aek Horsik, Solar 16 kiloliter, SPBU Sipolu-polu menunggu pembaruan data distribusi, SPBU Aek Galoga, Pertalite 24 kiloliter dan SPBU Saba Purba, Solar 16 kiloliter, Dexlite 8 kiloliter.
Demikian juga dengan SPBU Kotanopan, Pertalite 8 kiloliter, Solar 8 kiloliter, SPBU Natal, Pertamax 8 kiloliter, SPBU Sinunukan, Pertamax 8 kiloliter dan SPBU Aek Godang Dexlite 8 kiloliter, Pertalite 8 kiloliter.
Kendati demikian, pihaknya akan terus melakukan berbagai upaya dalam pendistribusian guna mengantisipasi antrian panjang yang telah terjadi pasca bencana alam.
Ia menegaskan, pemerintah daerah setempat bersama pemangku kebijakan terkait terus memantau penyaluran BBM di lapangan agar distribusi berjalan lancar dan merata.
"Kami meminta masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Distribusi BBM sudah mulai masuk hari ini ke beberapa SPBU di Madina," kata dia.
Pertamina Patra Niaga sebelumnya memastikan pasokan energi bagi masyarakat di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dalam kondisi aman seiring pulihnya operasional suplai bahan bakar minyak (BBM) dari jalur laut.
Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra menyampaikan, operasional 19 terminal BBM di Sumatera bagian utara kembali normal setelah beberapa kapal pengangkut BBM bisa sandar.
"Dengan pulihnya suplai laut, stok BBM di terminal meningkat. Kini upaya pemulihan difokuskan pada akselerasi distribusi menuju SPBU di titik-titik strategis," ujar Mars Ega di Lanud Soewondo Medan, Selasa (2/12).
Pihaknya menjelaskan, sekitar 90 persen SPBU di wilayah terdampak bencana banjir, banjir bandang, dan tanah longsor sudah kembali terlayani.
