Karo, (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Karo bergerak cepat merespons keluhan masyarakat terkait masih tersendatnya pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam beberapa hari terakhir. Melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag), Pemkab Karo intensif berkoordinasi dengan Pertamina dan melakukan pengawasan ketat di seluruh SPBU.
Kadis Perindag Karo, Sarjana Purba, mengatakan bahwa komunikasi dengan Pertamina dilakukan segera setelah laporan antrean panjang dan keterbatasan stok BBM di sejumlah SPBU mencuat di masyarakat.
“Atas instruksi Bapak Bupati Karo, kami langsung berkoordinasi dengan beberapa pihak. Mulai hari ini, pengiriman BBM ke SPBU tertentu ditingkatkan menjadi 24 ton untuk setiap jenis BBM, dari sebelumnya hanya 8 ton per jenis,” ujar Sarjana Purba.
Pertamina sendiri menjelaskan bahwa distribusi BBM mengalami kendala akibat beberapa mobil tangki rusak setelah bencana alam. Selain itu, sebagian armada juga dialihkan untuk mempercepat distribusi bantuan BBM ke wilayah terdampak bencana di Tapanuli Tengah, Sibolga, dan Tapanuli Utara.
Untuk memastikan pasokan benar-benar tersalurkan dengan lancar, Pemkab Karo mengerahkan Satpol PP, Dinas Perhubungan, TNI/Polri, serta pemerintah kecamatan untuk menjaga ketertiban, mengurai kemacetan, dan mengawasi jalannya distribusi di lapangan.
Pemkab Karo menegaskan bahwa pemantauan akan dilakukan secara berkala hingga kondisi kembali normal dan kebutuhan energi masyarakat terpenuhi tanpa hambatan.
