Medan (ANTARA) - PT Belawan New Container Terminal (BNCT) melakukan rehabilitasi lahan sawit seluas 22 hektare menjadi kawasan mangrove produktif di Desa Sei Baharu, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.
"Konversi lahan sawit yang sudah tidak produktif menjadi kawasan mangrove merupakan simbol penting dari komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan," ujar Corporate Secretary BNCT Rizki Affandi Nasution di Medan, Kamis.
Rizki mengatakan, mengubah lahan sawit menjadi hutan mangrove bukan hanya langkah ekologis, tapi juga bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat.
Menurut dia, keberadaan hutan mangrove sangat penting bagi masa depan wilayah pesisir dan masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada kelestarian alam.
"Upaya ini sangat relevan dengan kondisi banjir dan penurunan kualitas pesisir yang terjadi di beberapa wilayah di Sumatera," katanya.
Ia menjelaskan, mangrove mampu meredam gelombang, menahan erosi, serta menyimpan karbon dalam jumlah besar. Hal tersebut merupakan investasi jangka panjang bagi ketahanan kawasan pesisir.
"Program rehabilitasi 22 hektare ini diharapkan menjadi contoh transformasi positif di Sumatera Utara, dari eks lahan sawit kembali menjadi ekosistem hijau yang memberi manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi," ujarnya.
Rizki menambahkan, kegiatan tersebut juga dilakukan bersama DP World dan PT Pelindo Terminal Petikemas yang menunjukkan komitmen kuat terhadap keberlanjutan lingkungan melalui rehabilitasi eks lahan sawit seluas 22 hektare menjadi kawasan mangrove produktif.
"Kolaborasi lintas sektor ini menegaskan bahwa perlindungan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama seluruh pelaku industri maritim," tuturnya.
