Madina (ANTARA) - Ribuan pengendara di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, memadati dua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) pada Selasa (2/12) menyusul kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang telah berlangsung selama beberapa hari terakhir. Panjangnya antrean membuat separuh badan jalan tertutup dan menyebabkan kemacetan.
Pantauan ANTARA di lapangan, antrean kendaraan mengular hingga ratusan meter di dua lokasi, yakni SPBU 14.229.367 Aek Galoga dan SPBU Pasar Baru Panyabungan. Banyak pengendara roda dua terlihat terpaksa mendorong kendaraannya karena kehabisan BBM sebelum mencapai area pengisian.
Di SPBU Aek Galoga, antrean telah terbentuk sejak dini hari. Sejumlah warga bahkan memilih bermalam di sekitar SPBU untuk memastikan mereka mendapatkan BBM ketika truk tangki distribusi tiba. Namun, padatnya antrean membuat proses pengisian berlangsung sangat lambat.
Mahdi, seorang sopir angkot, mengaku sudah tidak beroperasi selama tiga hari terakhir akibat kelangkaan BBM. Ia mengatakan telah menunggu giliran mengisi sejak Senin malam.
“Sudah tiga hari saya tidak menarik. Ongkos juga ikut naik karena banyak angkot tidak beroperasi. Kami berharap keadaan segera normal,” ujarnya.
Kelangkaan BBM ini turut berdampak pada aktivitas pelajar di Madina. Banyak siswa terpaksa berjalan kaki pulang dan pergi ke sekolah karena minimnya angkutan umum. Jalanan yang biasanya ramai angkot tampak jauh lebih lengang dari hari biasanya.
Di SPBU Pasar Baru Panyabungan, antrean kendaraan meluber hingga ke jalan utama dan membuat arus lalu lintas tersendat. Truk tangki Pertamina terlihat tengah melakukan pembongkaran BBM, namun suplai yang masuk belum mampu mengurai panjangnya antrean warga.
“Kalau begini terus, kami makin kesulitan bekerja. Anak-anak pun susah berangkat sekolah,” kata Nikmah salah seorang warga.
Hingga Selasa siang, petugas SPBU masih berupaya mengatur antrean agar tidak sepenuhnya menutup jalan. Namun, jumlah pengendara yang terus berdatangan membuat kondisi lapangan tidak banyak berubah.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal meminta PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut mempercepat distribusi BBM ke wilayah tersebut. Permintaan tersebut disampaikan melalui surat resmi Bupati Madina, Saipullah Nasution, tertanggal 1 Desember 2025.
Dalam surat bernomor 360/3408/BPBD/2025 itu, Bupati menyebutkan bahwa stok BBM di Madina telah berada dalam kondisi kosong sehingga menghambat penanganan darurat bencana hidrometeorologi.
“Kondisi BBM di Kabupaten Mandailing Natal dalam keadaan kosong, sehingga pelayanan kedaruratan terganggu, seperti distribusi bantuan sembako, pembersihan material longsor untuk membuka akses jalan, kebutuhan alat berat, serta proses evakuasi,” tulis Bupati Saipullah.
Hingga berita ini diturunkan, truk pengangkut BBM masih melakukan pembongkaran dua SPBU itu. Masyarakat berharap suplai segera normal agar aktivitas ekononomi dan mobilitas warga kembali pulih.
