Medan (ANTARA) - Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara Iman Gunadi mengapresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan yang dinilai telah bersinergi menjaga stabilitas ekonomi daerah sepanjang 2025.
Gunadi menyebut upaya pengendalian inflasi dilakukan melalui sinergi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).
"Selain itu, stabilitas sistem keuangan turut diperkuat melalui kolaborasi dalam Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD) serta optimalisasi sistem pembayaran lewat sinergi Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) di Sumatera Utara," ujar Gunadi dalam keterangan di terima di Medan, Selasa.
Pihaknya meyakini perekonomian Sumatera Utara ke depan akan semakin baik dengan inflasi yang terjaga pada kisaran 2,5 persen sekitar 1 persen, berkat sinergi dan kolaborasi seluruh pihak serta pembelajaran dari capaian tahun 2025.
Ia menegaskan bahwa percepatan transformasi struktural perlu terus ditingkatkan untuk memperkuat daya saing, memperbaiki struktur ekonomi, dan mendorong penciptaan lapangan kerja di Sumatera Utara.
Sebelumnya, Bank Indonesia melaksanakan Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 di Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta. PTBI 2025 mengusung tema “Tangguh dan Mandiri: Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan” dan menjadi forum strategis penyampaian pandangan Bank Indonesia mengenai kondisi perekonomian nasional serta arah kebijakan ke depan.
Agenda utama PTBI 2025 meliputi penyampaian pandangan Bank Indonesia terkait perkembangan dan prospek perekonomian, tantangan global yang dihadapi, arah kebijakan moneter, makroprudensial, serta sistem pembayaran ke depan.
Dalam pertemuan ini Presiden Republik Indonesia memberikan arahan mengenai kebijakan Pemerintah dalam memperkuat fondasi perekonomian nasional.
Dalam arahannya, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan pentingnya memperkuat kemandirian dan ketangguhan ekonomi nasional di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
“Ekonomi akan stabil dan tumbuh jika kita saling bekerjasama, bersinergi, dan berkolaborasi dalam mewujudkan program Asta Cita untuk Indonesia Emas 2045," ujar Presiden.
Presiden memberikan apresiasi kepada pemangku kebijakan ekonomi dalam mempertahankan perekonomian, diantaranya kepada Bank Indonesia, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Danantara dan Dewan Ekonomi Nasional serta lembaga lainnya.
Presiden juga menyampaikan belasungkawa atas musibah banjir dan longsor yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera dan memastikan bahwa Pemerintah terus memberikan dukungan dan bantuan bagi masyarakat terdampak.
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, dalam penyampaian arah kebijakan Bank Indonesia menegaskan bahwa prospek ekonomi Indonesia pada 2026 dan 2027 diperkirakan akan tumbuh lebih tinggi, didukung sinergi kebijakan antara Bank Indonesia dan Pemerintah dalam transformasi ekonomi nasional, termasuk program Asta Cita.
“Kunci pertumbuhan ekonomi yang tetap tinggi adalah sinergi antara Bank Indonesia dan Pemerintah,” ungkap Perry.
Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 berada pada kisaran 4,9–5,7 persen, dan meningkat pada 2027 dalam kisaran 5,1–5,9 persen.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam sambutannya juga menyampaikan bahwa sinergi bauran kebijakan moneter fiskal antara pemerintah dan Bank Indonesia menjadi fondasi utama untuk mewujudkan ekonomi Indonesia tetap tumbuh dan berdaya tahan.
